HOTNEWS.ID - Pergerakan positif mewarnai pasar saham dan obligasi di Wall Street, menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan angka lebih rendah dari ekspektasi. Fenomena ini terjadi seiring dengan makin berkurangnya spekulasi pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Perkembangan ini terjadi di Amerika Serikat, pusat aktivitas finansial global. Para investor kini mencermati lebih seksama arah kebijakan moneter The Fed pasca rilis data ekonomi terbaru.
Minimnya dampak signifikan dari konflik Iran terhadap fluktuasi harga komoditas global turut memperkuat keyakinan pasar. Pandangan ini mengindikasikan bahwa bank sentral AS tersebut mungkin memiliki ruang untuk menunda langkah pengetatan kebijakan moneternya.
Saat ini, pasar uang masih memproyeksikan satu kali kenaikan suku bunga oleh The Fed pada tahun ini. Namun, perkiraan waktu pelaksanaannya bergeser ke bulan Desember mendatang, menunjukkan adanya perubahan ekspektasi.
Obligasi pemerintah AS, yang dikenal sebagai Treasury, dengan tenor jangka pendek dilaporkan mencatatkan kinerja yang lebih baik. Hal ini mencerminkan preferensi investor terhadap aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi.
Indeks S&P 500 berhasil mencatatkan penguatan selama dua hari berturut-turut, menandakan sentimen positif yang meluas di pasar saham. Meskipun demikian, sektor produsen semikonduktor mengalami koreksi sebesar 2,1%, menunjukkan adanya pergerakan sektoral yang beragam.
Faktor utama yang menjaga tekanan inflasi tetap terkendali pada bulan lalu adalah penurunan biaya energi. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Produsen (IHP) inti yang hanya tumbuh 4,7% secara tahunan, lebih rendah dari rata-rata perkiraan dalam survei Bloomberg.
"Tampaknya lonjakan inflasi tahun 2026 telah mencapai puncaknya bulan lalu dan kini bergerak turun kembali ke tren pra-konflik," ujar Jamie Cox dari Harris Financial Group.
"Data ini benar-benar membantu The Fed untuk menghindari kesalahan menaikkan suku bunga di tengah situasi guncangan pasokan," tambah Jamie Cox.