HOTNEWS.ID - Aroma telur asin yang menggugah selera tercium semerbak di Balai Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (4/7). Suasana tersebut menjadi latar belakang aktivitas pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Di tengah ruangan, terlihat sejumlah penyandang disabilitas tengah fokus menganyam tas dan mengolah serabut kelapa menjadi sapu. Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, melainkan wujud nyata kemandirian dan potensi ekonomi yang dikembangkan.

Produk-produk kerajinan tangan ini menjadi bukti bahwa dengan adanya kesempatan, pendampingan yang tepat, dan kepercayaan, keterbatasan fisik dapat bertransformasi menjadi karya yang memiliki nilai jual tinggi.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, turut menyaksikan langsung semangat para penerima manfaat. Beliau berkeliling ke setiap meja produksi.

Fatma Saifullah Yusuf menyapa para penerima manfaat dengan hangat, memberikan dukungan moral, dan menyuntikkan motivasi kepada keluarga yang turut mendampingi mereka dalam proses pengembangan usaha.

"Ini adalah bukti nyata bahwa lewat kesempatan, pendampingan, dan kepercayaan, keterbatasan bisa menjelma menjadi karya yang bernilai ekonomi," ujar Fatma Saifullah Yusuf, mengapresiasi hasil kerja para penyandang disabilitas.

Program ini merupakan bagian dari upaya DWP Kemensos untuk memberikan perhatian khusus atau ATENSI kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui program ATENSI, DWP Kemensos berupaya membuka akses dan peluang bagi mereka yang membutuhkan, agar dapat berdaya saing dan mandiri secara ekonomi.

Kegiatan di Jombang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan program serupa, yang berfokus pada pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas.