HOTNEWS.ID - Pergerakan tak biasa terjadi di perairan strategis Teluk Oman dan Laut Arab ketika dua kapal tanker yang membawa muatan bahan bakar masak dilaporkan berbalik arah. Tindakan ini menjadi indikasi terbaru dari ketegangan yang meningkat terkait blokade agresif Amerika Serikat terhadap lalu lintas pelayaran energi Iran.
Kapal-kapal tanker tersebut merupakan bagian dari armada yang mengangkut ekspor energi Iran. Kini, armada ini menghadapi tekanan yang semakin besar dari sanksi blokade yang diterapkan oleh Amerika Serikat terhadap aktivitas pelayaran negara tersebut.
Eskalasi tindakan AS terhadap pelayaran Iran dimulai pada hari Selasa. Sejak saat itu, pasukan Amerika telah melakukan intervensi terhadap sejumlah kapal dagang, termasuk mengalihkan tiga kapal dan menaiki satu kapal untuk melakukan verifikasi.
Komando Pusat AS dalam sebuah unggahan di media sosial pada Kamis malam mengonfirmasi bahwa mereka juga telah menonaktifkan sebuah kapal tanker yang dianggap tidak mematuhi instruksi yang diberikan.
Lokasi kapal tanker yang dinonaktifkan, yang dilaporkan terkena rudal AS di Teluk Persia dekat Pulau Kharg, menunjukkan jangkauan operasi blokade yang diperbarui. Pulau Kharg sendiri merupakan terminal ekspor minyak utama Iran.
Selain itu, kapal yang dinaiki untuk verifikasi berada di Teluk Oman. Hal ini mengindikasikan bahwa cakupan operasi blokade yang diperbarui ini meluas, bahkan lebih luas dibandingkan dengan blokade-blokade sebelumnya yang pernah diterapkan.
Salah satu kapal yang terlihat melakukan pergerakan tak biasa adalah kapal pengangkut gas minyak cair (LPG) bernama Glendale. Kapal ini dilaporkan berbalik arah pada Kamis malam ketika sedang dalam perjalanan menuju Laut Arab dari Teluk Oman.
Saat ini, kapal Glendale tercatat berlayar dengan kecepatan perlahan di lepas pantai Oman, menurut data pelacakan kapal yang tersedia.
"Dikutip dari Bloomberg," pergerakan kapal tanker yang berbalik arah ini menjadi sorotan di tengah upaya AS untuk memperluas blokade pelayaran terhadap Iran.