HOTNEWS.ID - Sebuah kabar menggembirakan datang dari Venezuela, di mana sebuah operasi penyelamatan heroik berhasil menyelamatkan seorang anak laki-laki yang telah terkubur di bawah reruntuhan bangunan selama enam hari penuh. Kejadian ini menyoroti ketahanan hidup luar biasa dari korban bencana alam tersebut.
Peristiwa penyelamatan yang dramatis ini dilakukan oleh tim bantuan darurat yang dikirimkan oleh Yordania, sebuah aksi kemanusiaan yang langsung menarik perhatian publik internasional. Momen penemuan tersebut menjadi titik balik setelah berhari-hari harapan menipis di lokasi bencana.
Dilansir AFP, rekaman visual yang beredar luas menunjukkan detik-detik ketika para petugas penyelamat menunjukkan sorak sorai penuh kebahagiaan saat mereka berhasil menemukan bocah malang tersebut dalam keadaan masih bernapas. Momen itu menjadi bukti nyata dedikasi tim SAR.
Badan Pertahanan Sipil Yordania secara resmi mengonfirmasi bahwa setelah berhasil dievakuasi, bocah laki-laki tersebut segera mendapatkan penanganan medis awal yang sangat diperlukan. Ia kemudian segera dilarikan ke fasilitas rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam rekaman video terpisah yang juga tersebar, terlihat interaksi penuh kehangatan antara petugas penyelamat dengan anak tersebut di dalam ambulans. Para petugas tampak berhati-hati memberikan kenyamanan pasca trauma.
Salah satu petugas terlihat dengan lembut menyeka wajah balita tersebut menggunakan tisu sambil memastikan tubuhnya tetap hangat. Mereka juga segera melindunginya dari paparan cuaca menggunakan selimut khusus.
Kondisi medis balita tersebut menjadi fokus utama tim medis sesampainya di rumah sakit. Pihak berwenang kesehatan menyatakan bahwa tanda-tanda vital sang balita dilaporkan berada dalam kondisi yang baik, meski harus melalui trauma berat.
"Para petugas penyelamat bersorak gembira saat menemukan anak tersebut yang ditemukan dalam kondisi masih hidup," ujar keterangan resmi yang disampaikan oleh tim penyelamat, sebagaimana dikutip dari AFP.
"Bocah laki-laki itu langsung menerima pertolongan pertama dan dibawa ke rumah sakit," tambah pernyataan dari Badan Pertahanan Sipil Yordania.