HOTNEWS.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru saja dilantik, Nanik S. Deyang, secara tegas membantah adanya kabar burung mengenai tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Aceh yang disebut berhenti beroperasi. Isu tersebut mencuat karena adanya dugaan dana program belum sepenuhnya dicairkan oleh pihak terkait.
Permasalahan ini menjadi sorotan publik setelah beredar kabar bahwa kendala finansial menghambat kelancaran distribusi gizi di wilayah Aceh. Namun, bantahan dari BGN ini memberikan klarifikasi penting mengenai status pendanaan program nasional tersebut.
Menurut Nanik, informasi yang menyebutkan bahwa dana belum cair dan menyebabkan SPPG berhenti beroperasi adalah tidak sepenuhnya benar. Ia menegaskan bahwa proses pencairan dana untuk operasional SPPG telah dimulai secara bertahap.
Pencairan dana tersebut dilaporkan telah berlangsung sejak pekan lalu dan terus berlanjut hingga hari Senin, 8 Juni 2026. Proses bertahap ini bertujuan memastikan bahwa semua unit layanan mendapatkan alokasi dana yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatannya.
Nanik S. Deyang menyampaikan hal ini setelah menghadiri acara pelantikan di Istana Negara pada hari Senin (8/6/2026). Ia menekankan bahwa sebagian besar dana telah berhasil disalurkan.
"Ada bagian dari hoaks, ada bagian dari... semua sudah dicairkan dari mulai Jumat," ujar Nanik setelah menghadiri pelantikan di Istana Negara, Senin (8/6/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dana operasional telah dialokasikan untuk ribuan dapur MBG (Makan Bersama Gizi) yang terdaftar dalam sistem. Oleh karena itu, kegiatan pelayanan gizi seharusnya tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
"Yang 27.877 tadi itu loh, sudah masuk, sudah operasional," katanya.
Meskipun demikian, Nanik mengakui bahwa terdapat proses pencairan yang memang dilakukan secara bertahap. Hal ini menyebabkan tidak semua dana masuk ke rekening tujuan pada waktu yang bersamaan.