HOTNEWS.ID - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menyerahkan keputusan penentuan lokasi ekspansi jaringan 5G kepada para operator seluler yang berhasil memenangkan lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Langkah ini memberikan fleksibilitas kepada operator untuk memilih sendiri kota-kota yang akan menjadi prioritas pengembangan teknologi generasi kelima tersebut.

Para pemenang lelang diwajibkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan 5G. Target utamanya adalah mencapai cakupan minimal 51% dari total populasi nasional dalam kurun waktu lima tahun pasca-lelang.

Melalui target cakupan yang ambisius ini, kecepatan layanan mobile broadband di Indonesia diharapkan dapat meningkat secara bertahap. Proyeksi yang ditetapkan adalah kecepatan layanan dapat mencapai 100 Mbps pada tahun 2029.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, menjelaskan bahwa pencapaian target cakupan 5G akan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya. "Ditargetkan 51% itu tahun kelima. Ya, tahun pertama 20%, tahun kedua 30%, tahun ketiga 40%, tahun kelima 50%. Jadi ada kenaikan per tahun," ujar Denny Setiawan dalam Konferensi Pers Hasil Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz di Kantor Komdigi, Selasa (21/7/2026).

Denny Setiawan menekankan bahwa fokus Komdigi adalah pada pencapaian target berdasarkan jumlah populasi yang terjangkau oleh jaringan 5G, bukan pada pemilihan kota-kota tertentu secara spesifik. "Kotanya silakan mereka pilih, dan mereka boleh pakai frekuensi-frekuensi yang mereka miliki," kata Denny Setiawan.

Selain memacu perluasan layanan 5G, kewajiban lain bagi para pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz adalah menghadirkan layanan 4G yang berkualitas. Layanan ini harus menjangkau 538 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, membentang dari Sumatra hingga Papua.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyatakan bahwa kewajiban menghadirkan layanan 4G berkualitas ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi titik-titik blank spot. Area-area di desa dan kelurahan yang selama ini memiliki kualitas sinyal rendah akan mendapatkan perbaikan.

"Kehadiran konektivitas di 538 desa dan kelurahan tersebut akan membuka akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, serta pemerintahan digital sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto," kata Meutya Hafid.

Lebih lanjut, Meutya Hafid menambahkan bahwa peningkatan konektivitas ini juga diproyeksikan akan memperluas peluang ekonomi. Peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau di wilayah tersebut diharapkan dapat terbuka, sekaligus mendukung program-program pemerintah seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).