HOTNEWS.ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. melihat peluang pertumbuhan yang sangat besar untuk layanan internet tetap atau fixed broadband di Indonesia. Peningkatan kebutuhan masyarakat akan konektivitas rumah yang andal dan berkualitas menjadi pendorong utama prospek bisnis ini.
Senior Vice President (SVP) Group Sustainability and Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza, mengidentifikasi bahwa potensi pertumbuhan terbesar saat ini berada di kawasan kota-kota berkembang dan area suburban. Wilayah-wilayah ini menunjukkan peningkatan permintaan layanan digital yang signifikan, sementara penetrasi fixed broadband masih terbuka lebar untuk diperluas.
"Melalui penguatan layanan konvergensi dan peningkatan pengalaman pelanggan, prospek bisnis konektivitas rumah diyakini tetap positif dan berkelanjutan dalam jangka panjang," ujar Ahmad kepada Bisnis pada Minggu (21/6/2026).
Ahmad menjelaskan bahwa tingkat penetrasi fixed broadband nasional yang masih berada di kisaran 42,3% menandakan bahwa peluang ekspansi pasar masih sangat terbuka lebar. Oleh karena itu, fokus utama Telkom adalah memperluas adopsi layanan berbasis serat optik (fiber) untuk menjamin konektivitas rumah yang stabil dan berkualitas.
Selain upaya perluasan infrastruktur fisik, Telkom juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya fixed broadband. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami bahwa layanan ini adalah fondasi utama untuk konektivitas rumah yang andal guna mendukung aktivitas digital sehari-hari.
"Dengan semangat melayani sepenuh hati, Telkom berkomitmen menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang," kata Ahmad.
Ahmad juga menekankan bahwa fixed broadband dan mobile broadband memiliki peran komplementer dalam ekosistem digital pelanggan. Sementara mobile broadband menawarkan fleksibilitas di luar rumah, fixed broadband memastikan stabilitas koneksi untuk aktivitas intensif di rumah secara simultan.
"Telkom berkomitmen terus menghadirkan pengalaman konektivitas yang seamless, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang," tutupnya.
Di sisi lain, Direktur ICT Institute, Heru Sutadi, turut mengamini potensi pertumbuhan fixed broadband di Indonesia sangat besar. Ia menyoroti bahwa kebutuhan internet rumah yang stabil terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas digital, termasuk pekerjaan, pendidikan, hiburan, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).