HOTNEWS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan detail upaya pencarian terhadap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, ketika lembaga antirasuah tersebut melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan kasus jual beli jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).
Penyidik KPK diketahui sempat kesulitan menemukan keberadaan Bupati Suhardiman Amby pada saat operasi berlangsung, yang mengindikasikan adanya upaya penghindaran dari pemeriksaan. Pencarian dilakukan di beberapa lokasi strategis yang biasa menjadi tempat aktivitas Bupati tersebut.
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengonfirmasi bahwa tim penyidik telah menyisir rumah dinas Bupati serta kantor pemerintahan di wilayah Kabupaten Kuansing. Namun, upaya pencarian tersebut belum membuahkan hasil karena Bupati tidak ditemukan di lokasi.
Diduga kuat, Bupati Suhardiman Amby sudah meninggalkan wilayah administrasi Kabupaten Kuansing sebelum tim KPK tiba atau saat operasi sedang berlangsung. Hal ini menjadi salah satu tantangan dalam proses penangkapan yang dilakukan oleh KPK.
Taufik Husein juga mengindikasikan bahwa pihak KPK telah memiliki informasi mengenai adanya pihak lain yang berperan dalam upaya pemindahan atau penjemputan Bupati tersebut dari Kuansing. Informasi ini diperoleh dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan tim.
"Bahwa ada informasi pihak yang menjemput, itu juga sudah diketahui oleh tim, tetapi kita fokus pada saat itu tim mencari keberadaan yang SA dan ZKN," kata Taufik Husein dalam sesi konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, pada hari Rabu, 1 Juli 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun KPK mengetahui adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam pemindahan Bupati (inisial SA) dan satu nama lain (ZKN), prioritas utama tim saat itu adalah menemukan dan mengamankan kedua individu tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber media, operasi tangkap tangan ini berfokus pada dugaan adanya transaksi ilegal terkait pengisian posisi jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah setempat.
KPK terus mendalami peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam skema jual beli jabatan tersebut, termasuk pihak yang mungkin memfasilitasi hilangnya Bupati dari lokasi saat OTT dilakukan.