HOTNEWS.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025. Pencapaian ini menunjukkan bahwa laporan keuangan BGN telah disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.
Meskipun demikian, BGN secara terbuka mengakui adanya sejumlah temuan audit yang masih dalam proses tindak lanjut. Upaya perbaikan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan lembaga.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa opini WTP diberikan karena laporan keuangan BGN dinilai telah didukung oleh sistem pengendalian internal yang memadai. Hal ini penting untuk memastikan validitas dan keakuratan informasi yang disajikan.
"Artinya bahwa seluruh proses laporan keuangan telah disusun dengan sistem pengendalian internal yang memadai dan disajikan informasinya sesuai dengan standar akuntansi pemerintah. Itu kenapa kemudian diberikan opini WTP oleh BPK," ujar Agustina Arumsari dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR bersama Kepala BGN.
Agustina Arumsari menambahkan bahwa opini WTP tidak serta-merta mengindikasikan bahwa seluruh transaksi bebas dari kesalahan. Fokus utama opini WTP adalah pada kesesuaian penyajian laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku.
"Bahwa WTP itu bukan soal bahwa benar atau salah, tetapi bahwa penyajiannya telah sesuai dengan standar akutansi pemerintahan," terang Agustina Arumsari.
Meskipun meraih opini WTP, BPK tetap menyajikan sejumlah catatan dan temuan dalam hasil pemeriksaannya. BGN menyatakan bahwa sebagian dari temuan tersebut telah ditindaklanjuti.
"Bahwa ada catatan, iya ada temuan dan sebagian sudah kami tindak lanjuti, sebagian juga masih dalam tahap monitoring untuk tindak lanjut karena memang masih bertahap," ungkap Agustina Arumsari.
Terkait indikator utama laporan keuangan tahun anggaran 2025, BGN mencatat pendapatan sebesar Rp19,41 miliar. Pendapatan ini seluruhnya berasal dari pengembalian kelebihan belanja tahun 2024.