HOTNEWS.ID - Sejumlah pengguna layanan Kereta Rel Listrik (LRT) Jabodebek melaporkan adanya kendala operasional yang signifikan pada layanan mereka pada Kamis pagi. Gangguan ini dikabarkan mempengaruhi perjalanan yang melayani koridor utama Dukuh Atas BSI menuju Jatimulya.

Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah penumpang harus dievakuasi dari rangkaian kereta yang mengalami masalah. Lokasi evakuasi penumpang tersebut dilaporkan terjadi di area antara Stasiun Cikunir 1 dan Stasiun Cikunir 2.

Menanggapi keluhan yang beredar luas, manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut. Pihak operator LRT Jabodebek menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang.

"PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna atas gangguan perjalanan yang terjadi pada layanan LRT Jabodebek," kata Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Lebih lanjut, Radhitya Mardika menjelaskan secara rinci mengenai sumber masalah teknis yang menyebabkan penundaan perjalanan tersebut. Gangguan tersebut secara spesifik teridentifikasi pada salah satu unit sarana kereta yang beroperasi.

Dia merinci bahwa kendala teknis terjadi pada sarana dengan kode SN68 (TS15), yang saat itu sedang melayani rute dari Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia (BSI) menuju Jatimulya. Identifikasi ini membantu tim teknis untuk segera melakukan penanganan.

Menurut keterangan resmi, insiden ini terdeteksi pada pukul 10.32 WIB pagi hari. Waktu kejadian ini menjadi titik fokus investigasi untuk mengetahui durasi pasti gangguan dan dampaknya terhadap jadwal perjalanan selanjutnya.

Kendala operasional tersebut diketahui terjadi ketika kereta berada di petak jalan yang menghubungkan Stasiun Cikunir 1 dengan Stasiun Cikunir 2. Lokasi spesifik ini krusial dalam proses evakuasi penumpang agar berjalan aman.

Setelah penanganan teknis selesai dilakukan di lokasi, pihak manajemen mengonfirmasi bahwa layanan LRT Jabodebek telah berangsur pulih dan kembali beroperasi secara normal. Hal ini diharapkan dapat mengurangi akumulasi keterlambatan yang terjadi.