HOTNEWS.ID - Mayoritas pengguna internet seluler di Indonesia kini mengalokasikan dana bulanan antara Rp50.000 hingga Rp100.000 untuk layanan data mereka. Data ini terungkap dari hasil Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Survei tersebut mencatat bahwa penetrasi internet di Indonesia pada tahun 2026 telah mencapai angka yang signifikan, yaitu 235,26 juta jiwa. Angka ini mencerminkan tingkat penetrasi sebesar 81,72% dari total populasi Indonesia yang berjumlah 287,89 juta jiwa.

Dari sisi pengeluaran, sebanyak 55,3% responden survei mengaku berada dalam rentang pengeluaran bulanan Rp50.000 hingga Rp100.000 untuk paket internet seluler. Kelompok ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 52,2%.

Sebaliknya, porsi pengguna yang mengeluarkan biaya di bawah Rp50.000 per bulan mengalami sedikit penurunan, dari 34,5% menjadi 32,5% dari total responden. Sementara itu, hanya 0,9% responden yang memiliki alokasi anggaran lebih dari Rp250.000 per bulan.

Mengenai persaingan operator, Telkomsel tetap memimpin dengan pangsa pengguna terbesar sebesar 37,9%, meskipun terjadi penurunan dari 45,7% pada tahun 2025. Kompetitor menunjukkan pergerakan signifikan dalam merebut pangsa pasar.

Indosat Ooredoo Hutchison (melalui merek IM3 dan Tri) berhasil meningkatkan pangsa penggunanya menjadi 35,5% dari sebelumnya 29,3%. Demikian pula dengan XLSmart yang mencatat kenaikan pangsa pengguna menjadi 26,7% dari 24,8% pada periode yang sama.

Mayoritas pelanggan dari ketiga operator tersebut masih terkonsentrasi pada rentang belanja bulanan Rp50.000 hingga Rp100.000. Hal ini terlihat dari proporsi 60,5% pelanggan Telkomsel, 59,2% pelanggan XLSmart, dan 57% pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison yang berada di kelompok pengeluaran tersebut.

"Di saat yang sama, Telkomsel masih menjadi operator dengan jumlah pengguna terbesar, meski pangsa pasarnya terus tergerus oleh kompetitor," bunyi temuan dalam survei tersebut.

Mengenai jenis paket yang dipilih, paket bulanan masih menjadi opsi dominan dengan porsi 64,1% responden, meskipun terjadi penurunan dari 72% pada 2025. Penggunaan paket mingguan justru meningkat cukup tajam menjadi 25,8% dari 19,3%.