HOTNEWS.ID - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 yang akan jatuh pada 22 Juni 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan serangkaian acara besar yang dirancang untuk melibatkan partisipasi aktif masyarakat ibu kota. Dua agenda utama yang menjadi sorotan adalah Jakarta Future Festival (JFF) 2026 serta perhelatan akbar Jakarta Fair Kemayoran 2026, keduanya mengusung semangat kolaborasi dan dorongan terhadap sektor ekonomi lokal.

Jakarta Future Festival (JFF) 2026 menjadi pembuka rangkaian perayaan dengan diselenggarakan lebih awal pada tanggal 5 hingga 7 Juni 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Acara ini merupakan inisiatif dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta sebagai wadah pertemuan penting bagi berbagai elemen masyarakat.

Festival ini dirancang sebagai titik temu antara warga, komunitas, akademisi, pelaku usaha, generasi muda, hingga pembuat kebijakan untuk bertukar pikiran mengenai arah pembangunan ibu kota ke depan. Tema yang diangkat dalam JFF 2026 adalah "Navigating Resilience", yang fokus pada pembahasan isu-isu strategis yang dihadapi Jakarta.

Beragam topik krusial dibahas tuntas selama tiga hari festival berlangsung, meliputi tantangan perubahan iklim, upaya pengelolaan air dan sampah yang efektif, isu perumahan, pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan pariwisata, serta strategi membangun Jakarta yang lebih adaptif dan tangguh.

Kehadiran JFF 2026 terbukti menarik antusiasme tinggi, berhasil menggaet lebih dari 80 ribu pengunjung selama pelaksanaannya. Tercatat ada 52 sesi diskusi yang terbagi dalam 45 sesi Urban Talks dan tujuh sesi Jakarta Forecast, didukung oleh partisipasi 250 pembicara, termasuk 10 narasumber internasional.

"JFF telah menjadi sebuah wadah yang sangat penting untuk menghimpun berbagai ide dan masukan berharga dari masyarakat Jakarta," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, menekankan pentingnya hasil diskusi tersebut sebagai bahan dasar kolaborasi pembangunan di masa mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menegaskan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya terpaku pada aspek fisik dan infrastruktur semata. Ia menekankan bahwa kenyamanan warga dan tumbuhnya rasa memiliki terhadap kota merupakan aspek esensial dalam mewujudkan Jakarta yang lebih baik secara menyeluruh.

Dukungan terhadap forum gagasan ini juga disampaikan oleh Anggota DPR Komisi VII Putra Nababan, yang melihat JFF sebagai sarana efektif untuk menjaring aspirasi masyarakat dari berbagai pemangku kepentingan. "Saya berharap kegiatan semacam ini terus dipertahankan karena mampu menciptakan ruang dialog yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat serta menghasilkan rekomendasi yang berdampak bagi Jakarta maupun Indonesia," kata Putra Nababan.

Pandangan positif turut disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, yang mengapresiasi tingginya partisipasi generasi muda dalam forum tersebut. "Keterlibatan banyak pihak dalam proses pembangunan merupakan karakteristik utama dari sebuah kota modern," sebut Bima Arya.