HOTNEWS.ID - Kisah dramatis mewarnai langkah tim nasional Argentina saat mereka berhasil menyingkirkan Mesir dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan tersebut diraih dengan skor tipis 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol di hadapan lawan.

Pertandingan yang berlangsung di Jakarta tersebut menjadi ujian berat bagi mentalitas skuad asuhan Lionel Scaloni. Hingga jeda minum di babak kedua, papan skor menunjukkan Argentina masih berada dalam posisi tertekan dengan keunggulan 0-2 untuk tim lawan.

Menghadapi situasi kritis tersebut, peran pelatih menjadi sangat krusial dalam menjaga semangat juang para pemain bintangnya. Scaloni memilih untuk memberikan suntikan motivasi agar pasukannya tidak mudah putus asa.

"Di menit ke-25 di babak kedua, kami terus berusaha, kami terus berusaha hingga laga berakhir," ujar Lionel Scaloni mengenai instruksi yang ia berikan saat tim berada di bawah tekanan berat.

Scaloni menekankan pentingnya konsistensi dalam tekanan tinggi yang ditunjukkan oleh Mesir sepanjang pertandingan. Menurutnya, kunci kebangkitan terletak pada determinasi untuk merebut kembali penguasaan bola.

"Kami tidak mudah menyerah merebut bola dan kami terus bermain dengan cara yang kami pahami dengan baik," ucap Scaloni seperti dikutip dari La Nacion, menjelaskan filosofi permainan yang dipertahankan.

Pelatih berusia tersebut menegaskan bahwa usaha keras adalah satu-satunya jalan untuk membalikkan keadaan, terutama ketika menghadapi pertahanan solid dari Mesir yang terorganisir hingga menit ke-75.

Bahkan, Scaloni mengungkapkan bahwa ia telah mempersiapkan diri secara mental untuk menerima kekalahan jika upaya perubahan strategi di 15 menit akhir tidak membuahkan hasil positif. Hal ini menunjukkan komitmennya pada nilai perjuangan.

"Dan hal itu terjadi [kebangkitan Argentina]. Bila itu tak terjadi, dan bila kami harus kalah, saya memilih kalah dengan cara seperti itu [terus berjuang hingga akhir]," kata Scaloni mengenai prinsipnya dalam memimpin tim.