HOTNEWS.ID - Sebuah insiden kriminal terjadi di Semarang, Jawa Tengah, di mana seorang pria menjadi korban perampasan barang berharga setelah didatangi oleh dua orang tak dikenal. Pelaku melancarkan aksinya dengan modus mengaku sebagai petugas intelijen narkoba.
Peristiwa ini melibatkan perampasan ponsel milik warga berinisial MEM, yang kemudian berkembang menjadi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pelaku ternyata tidak hanya mengambil gawai, tetapi juga membawa kabur sepeda motor milik korban.
Pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk memastikan status para pelaku yang mengaku sebagai aparat penegak hukum tersebut. Kepastian ini penting untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik mengenai kejadian tersebut.
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, memberikan keterangan resmi mengenai identitas para pelaku. Beliau menegaskan bahwa individu yang melakukan perampasan tersebut bukanlah anggota resmi dari aparat kepolisian maupun badan terkait.
Menurut Kompol Riki Fahmi Mubarok, insiden ini tercatat terjadi pada hari Minggu, 14 Juni, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Lokasi kejadian spesifik berada di sebuah indekos yang berlokasi di wilayah Pedurungan, Semarang.
"Pelaku bersama temannya mendatangi salah satu kos-kosan di wilayah Pedurungan," ujar Riki Fahmi Mubarok saat memberikan keterangan kepada media pada hari Senin, 16 Juni 2026.
Tindakan para pelaku menjadi lebih mencurigakan setelah korban mencoba mencari tahu identitas mereka. Korban sempat menanyakan asal-usul kedua orang asing tersebut.
"Kemudian korban menanyakan asal-usul kedua pelaku ini," kata Riki Fahmi Mubarok saat dihubungi detikJateng, Senin (16/6/2026).
Dilansir dari detikJateng, pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus ini untuk menangkap kedua tersangka yang masih buron tersebut. Penegasan bahwa pelaku bukan aparat menjadi fokus utama dalam penanganan kasus ini.