HOTNEWS.ID - Gelar juara sektor ganda putra pada turnamen akbar Polytron Indonesia Open 2026 akhirnya jatuh ke tangan wakil Malaysia, Nur Izzuddin dan Goh Sze Fei. Mereka berhasil menumbangkan andalan muda tuan rumah, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, dalam laga final yang berlangsung sengit.

Pertarungan puncak tersebut berakhir dengan skor akhir 13-21, 21-18, dan 21-10 untuk keunggulan pasangan Malaysia tersebut. Momen penentuan ini terjadi di Jakarta, sebagaimana disiarkan oleh berbagai media olahraga nasional.

Raymond dan Joaquin sejatinya memulai pertandingan dengan performa superior, berhasil mengamankan kemenangan cukup meyakinkan pada set pembuka. Mereka menunjukkan potensi besar sebagai penantang serius di kancah bulu tangkis internasional.

Memasuki gim kedua, momentum positif tersebut sempat mereka pertahankan dengan keunggulan signifikan hingga skor menunjukkan 14-8. Namun, serangkaian kesalahan non-teknis yang beruntun mulai menghampiri pasangan muda Indonesia tersebut.

Situasi penurunan fokus ini segera dimanfaatkan secara taktis oleh Nur Izzuddin dan Goh Sze Fei. Pasangan Malaysia tersebut berhasil mengambil alih kendali penuh atas jalannya pertandingan, membalikkan keadaan, dan mengamankan gim kedua.

Nikolaus Joaquin mengungkapkan bahwa pertandingan tersebut menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi perjalanan karier mereka ke depan. Ia menilai bahwa secara keseluruhan, mereka sudah memberikan upaya maksimal di lapangan.

"Pertandingan tadi menjadi pelajaran penting buat kami. Secara keseluruhan, saya rasa sudah all out. Kami sudah menampilkan apa yang kami bisa," ujar Joaquin.

Joaquin menambahkan bahwa mereka sempat berusaha keras mencegah hilangnya poin dalam jumlah besar, namun kualitas permainan lawan patut diacungi jempol. "Kami pun juga di lapangan berusaha, kalau bisa jangan sampai poin hilang banyak banget, tapi saya rasa pasangan Malaysia tadi mainnya benar-benar luar biasa, mereka tetap fokus, tetap menjaga pikiran," imbuhnya.

Ia juga menganalisis titik balik krusial dalam pertandingan tersebut, yakni saat lawan mulai bangkit setelah tertinggal jauh. "Kami benar-benar mengontrol lawan dari awal game pertama sampai 14-8 tadi. Setelah lawan dapat satu poin dua poin, mungkin mereka melihat kami kayak sempat bingung, mungkin mereka notice juga. Jadinya mereka mengambil momentum itu," imbuh Joaquin.