HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan terjadi di KTT G7 di Evian, Prancis, di mana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pemaparan resmi mengenai kerangka kesepakatan yang telah dicapai dengan Iran. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kanselir Jerman, Friedrich Merz, kepada awak media.
Seluruh negara anggota G7 menunjukkan penerimaan positif terhadap kerangka kesepakatan yang diumumkan oleh Trump tersebut. Para pemimpin kelompok negara maju ini telah mendiskusikan implikasi dari terobosan diplomatik yang terjadi antara Washington dan Teheran tersebut.
"Kami, sebagai mitra G7, semuanya sangat menyambut baik kesepakatan ini," ujar Friedrich Merz di sela-sela pertemuan puncak tersebut. Pernyataan ini menegaskan dukungan kolektif G7 terhadap langkah diplomasi yang diambil oleh Amerika Serikat.
Merz melanjutkan bahwa kesepakatan ini dinilai membuka jendela peluang besar untuk meningkatkan stabilitas di kawasan Timur Tengah serta mendukung pemulihan ekonomi berskala global. Dukungan ini merupakan sinyal kuat dari komunitas internasional terhadap inisiatif tersebut.
"Saya meyakinkan Presiden Trump bahwa kami ingin mengambil bagian untuk memastikan perdamaian berhasil," tambah Kanselir Jerman tersebut. Hal ini menunjukkan kesiapan G7 untuk berpartisipasi aktif dalam implementasi kesepakatan demi menjaga keberhasilan proses perdamaian.
Kanselir Jerman juga menyoroti reaksi pasar keuangan dunia sebagai indikator penerimaan yang meluas terhadap kesepakatan tersebut. Ia mengamati adanya penurunan signifikan pada harga minyak mentah dunia seiring dengan menguatnya indikator pasar saham global.
Dilansir dari Kantor Berita Anadolu pada Rabu (17/6/2026), Merz menekankan bahwa pembicaraan para pemimpin kini harus segera bergeser menuju tahapan berikutnya dari proses negosiasi. Fokus utama adalah implementasi cepat dari poin-poin kesepakatan yang telah disepakati bersama.
"Kami sekarang harus segera masuk ke fase kedua negosiasi," tegas Merz. Ini menggarisbawahi urgensi untuk segera melanjutkan pembicaraan substantif setelah kerangka dasar berhasil diamankan oleh Amerika Serikat.
Salah satu poin krusial yang didesak untuk segera ditindaklanjuti adalah pembukaan kembali jalur pelayaran internasional yang vital. "Secara khusus, Selat Hormuz harus dibuka kembali dengan cepat dan tanpa pembatasan," ujar Friedrich Merz.