HOTNEWS.ID - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Peristiwa alam ini diketahui menimbulkan dampak signifikan terhadap berbagai infrastruktur vital di daerah terdampak.
Salah satu sektor krusial yang langsung merasakan imbas dari guncangan kuat tersebut adalah infrastruktur telekomunikasi yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Kondisi ini memerlukan respons cepat dari pihak berwenang untuk memulihkan layanan komunikasi masyarakat.
Menyikapi situasi darurat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) segera mengambil langkah tanggap darurat. Tindakan prioritas yang dilakukan adalah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kerusakan yang terjadi pada sistem telekomunikasi.
Langkah pemetaan ini diambil dengan tujuan utama untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan area mana saja yang paling membutuhkan penanganan darurat secepat mungkin. Hal ini penting untuk memastikan layanan komunikasi dapat segera dipulihkan di titik-titik vital.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, dampak signifikan dari gempa tersebut telah mempengaruhi berbagai infrastruktur vital di Sulawesi Tengah. Kejadian ini mendorong otoritas terkait untuk segera mengambil langkah responsif demi menjamin ketersediaan layanan komunikasi bagi warga yang terdampak bencana.
Komdigi berupaya keras untuk memulihkan layanan komunikasi bagi masyarakat yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur telekomunikasi. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah dan pusat terhadap bencana alam yang terjadi.
Proses pemetaan dan pencatatan kerusakan pada sistem telekomunikasi menjadi fokus utama Komdigi saat ini. Langkah ini merupakan fondasi awal dalam menyusun strategi pemulihan jaringan secara komprehensif dan terstruktur.
"Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) segera melakukan pemetaan dan pencatatan kerusakan yang terjadi pada sistem telekomunikasi," sebagaimana disampaikan dalam respons awal penanganan bencana tersebut. Prioritas penanganan darurat akan ditentukan berdasarkan hasil pemetaan kerusakan BTS.
"Langkah ini diambil untuk memprioritaskan area mana yang memerlukan penanganan darurat terlebih dahulu," menggarisbawahi pentingnya langkah cepat Komdigi dalam memulihkan konektivitas pasca gempa M 6,7 di Sulteng.