HOTNEWS.ID - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung berhasil menggagalkan upaya serius penyelundupan narkotika jenis sabu dengan nilai estimasi mencapai lima miliar rupiah. Pengungkapan kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan oknum anggota dari institusi penegak hukum.

Kejadian penting ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah Sumatera. Tindakan tegas ini menunjukkan keseriusan kepolisian dalam menjaga keamanan dari ancaman narkotika lintas daerah.

Peristiwa penangkapan dan penyitaan barang bukti dilakukan di area Seaport Interdiction Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, yang terletak di Lampung Selatan. Lokasi strategis ini sering menjadi titik rawan penyelundupan antara Sumatera dan Jawa.

Waktu pelaksanaan operasi penegakan hukum ini terjadi pada hari Sabtu, 27 Juni, tepatnya pada pukul 12.30 WIB. Penangkapan ini merupakan puncak dari proses pengintaian dan investigasi yang telah dilakukan oleh tim kepolisian.

Dalam operasi pengamanan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti dalam jumlah signifikan. Total barang bukti yang diamankan meliputi lima kilogram sabu murni dan tambahan 202 butir pil ekstasi yang siap diedarkan.

Dampak dari penggagalan ini sangat besar, mengingat nilai ekonomis barang haram yang berhasil dicegah untuk beredar. Narkotika jenis sabu yang disita diperkirakan bernilai sekitar Rp 5 miliar, menyelamatkan potensi kerusakan sosial yang luas.

Kasus ini menjadi perhatian khusus karena adanya dugaan keterlibatan oknum anggota aktif dari kesatuan Brimob dan juga anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Hal ini menunjukkan adanya oknum yang menyalahgunakan posisi mereka.

Dilansir detikSumbagsel, Minggu (5/7/2026), disebutkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kerja sama dan pengembangan informasi yang mendalam dari pihak kepolisian. Perkembangan kasus ini kini terus ditindaklanjuti untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.

"Polda Lampung menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu senilai Rp 5 miliar," menggarisbawahi keberhasilan operasi penegakan hukum tersebut, sebagaimana diberitakan oleh media terkait.