HOTNEWS.ID - Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengungkap upaya penyelundupan besar narkotika jenis sabu. Operasi ini menyasar jaringan narkoba internasional yang memiliki koneksi dari Thailand menuju wilayah Aceh, Indonesia.

Total barang bukti yang berhasil disita dalam operasi senyap tersebut mencapai berat fantastis, yakni 325 kilogram sabu. Penyitaan dalam jumlah masif ini menunjukkan skala peredaran gelap yang coba dimasukkan ke wilayah Indonesia.

Pengungkapan kasus kriminalitas narkotika berskala besar ini merupakan hasil kerja keras dari tim gabungan yang sangat solid. Tim tersebut terdiri dari Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC Bareskrim Polri.

Kepemimpinan dalam operasi penindakan ini diemban oleh Kombes Handik Zusen dan Kevin Leleury, yang memastikan koordinasi berjalan efektif di lapangan. Keberhasilan ini sekaligus menjadi kado istimewa bagi institusi menjelang perayaan hari ulang tahun.

Kasus besar ini terungkap menyambut momentum penting, yakni menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri. Pengungkapan ini menegaskan komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika di tanah air.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi, memberikan keterangan resmi mengenai keberhasilan operasi penegakan hukum tersebut. Beliau mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terlibat dalam pembongkaran jaringan ini.

"Tim gabungan Subdit 4, Tim 1 Satgas NIC Dittipidnarkoba, Bea Cukai Kanwil Aceh, dan Bea Cukai Lhokseumawe berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu sebanyak 325 bungkus (325 kilogram)," ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi, dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Kerja sama antara aparat penegak hukum kepolisian dan otoritas kepabeanan menjadi kunci utama dalam membongkar rantai distribusi ilegal ini. Kolaborasi antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Bea Cukai Kanwil Aceh, dan Bea Cukai Lhokseumawe sangat berperan penting.

Dikutip dari berbagai sumber, operasi ini menunjukkan adanya peningkatan intensitas pengawasan terhadap jalur masuk narkotika dari negara-negara tetangga, khususnya melalui perairan dan jalur darat di Aceh.