HOTNEWS.ID - Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) menyuarakan keprihatinan mendalam atas meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang dikenal sebagai Dokter Icha. Kasus di Timor Tengah Utara (TTU) ini mencuat ke publik setelah diduga kuat terkait dengan depresi yang dialami korban akibat intimidasi oleh oknum anggota DPRD setempat.
Insiden tragis ini, menurut PDUI, kembali menambah panjang daftar kasus kekerasan yang harus dihadapi oleh para tenaga medis dan kesehatan di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya kerentanan sistemik dalam perlindungan profesi kesehatan di Tanah Air.
Ketua Umum Pengurus Pusat PDUI, dr. Ardiansyah Bahar, menyatakan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian dr. Icha. Beliau menyampaikan belasungkawa tulus kepada keluarga almarhumah serta seluruh kolega tenaga medis.
"Kami sangat berduka dan prihatin, serta menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya dr. Icha," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat PDUI, dr Ardiansyah Bahar, saat dihubungi pada hari Senin, 29 Juni 2026.
Lebih lanjut, dr. Ardiansyah menegaskan bahwa kepergian dr. Icha bukan hanya duka bagi keluarga terdekat dan rekan sejawatnya saja. Duka ini dirasakan oleh seluruh lapisan tenaga medis dan kesehatan yang bekerja di Indonesia.
"Kepergian beliau tentu bukan hanya duka bagi keluarga dan sejawat, tetapi juga seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia," tambah dr. Ardiansyah Bahar.
Meskipun PDUI menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan untuk mengungkap kebenaran di balik kematian dr. Icha di TTU, organisasi ini juga menuntut respons yang lebih tegas dari pemerintah. Mereka mendesak adanya tindakan nyata dan konkret.
"Kami menghormati proses hukum yang tengah berjalan terkait kematian dr Icha," kata dr. Ardiansyah Bahar, menggarisbawahi pentingnya kepastian hukum dalam kasus ini.
PDUI secara spesifik menuntut pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengambil langkah perlindungan yang lebih kuat bagi para tenaga kesehatan di lapangan. Hal ini diperlukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.