HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan terjadi di panggung politik Korea Selatan setelah Presiden Lee Jae Myung secara resmi menunjuk kandidat baru untuk posisi Perdana Menteri. Penunjukan ini dilakukan pada hari Minggu dan disampaikan melalui keterangan seorang pejabat senior kepresidenan.
Tokoh yang dipilih untuk menduduki jabatan strategis tersebut adalah Han Seong-sook, yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Pengumuman ini menandai langkah awal dalam perombakan kabinet di pemerintahan Presiden Lee.
Apabila pencalonan ini mendapatkan restu dari Majelis Nasional, Han Seong-sook akan mencetak sejarah sebagai perdana menteri perempuan kedua di Korea Selatan. Fakta ini turut disorot oleh kantor berita Yonhap dalam pemberitaannya mengenai dinamika politik domestik.
Perdana menteri perempuan pertama Korea Selatan tercatat adalah Han Myeong-sook, yang pernah mengemban tugas tersebut pada periode 2006 hingga 2007. Sejarah ini menjadi preseden penting bagi penunjukan Han Seong-sook saat ini.
Sementara itu, pemegang jabatan Perdana Menteri petahana, Kim Min-seok, dijadwalkan akan mengakhiri masa baktinya. Kim Min-seok merupakan perdana menteri pertama yang bertugas di bawah kepemimpinan Presiden Lee Jae Myung.
Kim Min-seok dikabarkan tidak akan meninggalkan arena politik sepenuhnya, melainkan akan mengambil jalur politik baru. Ia dilaporkan berencana untuk maju sebagai kandidat pemimpin Partai Demokrat yang saat ini berkuasa.
Pergantian posisi penting ini terjadi pada tahun pertama masa jabatan Presiden Lee Jae Myung, yang baru saja dilantik pada tanggal 4 Juni 2025. Momen ini menunjukkan upaya presiden dalam membentuk komposisi kabinet yang sesuai visinya.
"Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah mencalonkan anggota kabinetnya, Han Seong-sook, sebagai perdana menteri berikutnya," demikian disampaikan oleh seorang pejabat senior kepresidenan pada hari Minggu, mengutip dari Bisnis.com.
Lebih lanjut, institusi kepresidenan telah mengambil langkah persiapan untuk proses konfirmasi yang akan datang. "Kantor perdana menteri dilaporkan telah membentuk tim terlebih dahulu untuk membantu calon perdana menteri mempersiapkan diri untuk sidang konfirmasi parlemennya," menurut keterangan yang diperoleh dari Bisnis.com.