HOTNEWS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan instruksi khusus kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengenai arah politik ke depan. Instruksi tersebut berkaitan dengan dukungan penuh terhadap pemerintahan yang akan datang.

PSI diminta untuk secara aktif mengawal kinerja Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Pengawalan ini diharapkan dapat berlangsung tidak hanya pada periode pertama masa jabatan mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPP PSI, Bestari Barus, yang membenarkan adanya arahan langsung dari Presiden Jokowi. Arahan tersebut menekankan pentingnya kesinambungan program kerja yang telah berjalan.

Bestari Barus menyampaikan bahwa mandat tersebut mencakup harapan agar PSI dapat mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga sukses menyelesaikan dua periode masa kepemimpinan. Ini menjadi penegasan komitmen PSI dalam koalisi pendukung.

Di sisi lain, respons dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menunjukkan prioritas yang berbeda dalam peta politik nasional saat ini. Partai berlambang banteng moncong putih ini memilih untuk fokus pada kerja elektoral jangka pendek.

Politikus PDIP, Guntur Romli, menyatakan bahwa partainya saat ini belum memasukkan agenda Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2029 ke dalam perencanaan strategis mereka. Fokus utama adalah implementasi arahan internal partai.

Guntur Romli memberikan penjelasan mengenai instruksi yang mereka terima dari jajaran pimpinan partai, khususnya dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Instruksi tersebut bersifat kerakyatan dan menyentuh langsung isu masyarakat.

"PDI Perjuangan belum berpikir soal Pemilu 2029, instruksi dari Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) kami harus gerak di akar rumput, menangis dan tertawa bersama rakyat," kata Guntur Romli saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).

Lebih lanjut, Guntur Romli menekankan peran PDIP di tengah masyarakat sebagai entitas penyedia solusi. Mereka didorong untuk hadir di tengah kesulitan publik yang dihadapi warga Indonesia saat ini.