HOTNEWS.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan kabar terbaru mengenai situasi kesehatan para pelancong yang sempat terisolasi di Belanda akibat penyebaran Hantavirus. Hampir seluruh penumpang dan kru kapal pesiar yang terdampak kini telah menyelesaikan masa karantina mereka.
Situasi darurat kesehatan internasional yang sempat dipicu oleh wabah ini kini menunjukkan perkembangan positif. Para individu yang sebelumnya menjalani isolasi tersebut kini telah resmi diizinkan untuk kembali ke negara asal mereka masing-masing.
Wabah ini bermula dari kapal pesiar MV Hondius, sebuah kapal yang berlayar di bawah bendera Belanda. Kejadian ini telah menarik perhatian global karena konfirmasi kasus yang signifikan terjadi di antara para pelaut dan turis kapal tersebut.
Secara spesifik, tercatat ada sebanyak 12 kasus terkonfirmasi yang berhasil diidentifikasi. Selain itu, terdapat pula satu kasus yang masih berstatus sebagai kasus probable terkait dengan penyebaran virus mematikan ini.
Tragedi dari wabah di kapal MV Hondius ini sayangnya juga menyisakan duka mendalam, di mana telah tercatat adanya tiga kasus kematian yang berkaitan dengan infeksi Hantavirus tersebut. Hal ini menjadi inti dari peringatan kesehatan internasional yang dikeluarkan.
Kapal MV Hondius memulai perjalanannya pada tanggal 1 April dari Ushuaia, Argentina. Rute pelayaran tersebut meliputi penjelajahan pulau-pulau terpencil di wilayah Samudra Atlantik Selatan.
Komisi IX DPR Dukung Rencana BGN Salurkan Motor Listrik untuk Kesejahteraan Guru Honorer Daerah
Setelah melintasi Atlantik Selatan, kapal tersebut melanjutkan perjalanannya menuju ke arah utara menuju Tanjung Verde. Dari sana, kapal kemudian bergerak menuju Tenerife yang terletak di Kepulauan Canary, Spanyol.
Proses evakuasi menjadi langkah krusial dalam menanggulangi penyebaran virus ini. Para penumpang yang tersisa dievakuasi ketika kapal mencapai Tenerife, Spanyol, sebagai titik akhir dari rangkaian pelayaran tersebut.
"Hampir seluruh penumpang dan kru kapal pesiar yang terdampak wabah hantavirus mematikan dan menjalani karantina di Belanda sudah selesai," demikian pernyataan yang disampaikan oleh WHO.