HOTNEWS.ID - Apa yang Terjadi?
Nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak secara fluktuatif namun cenderung menunjukkan penguatan pada perdagangan hari Kamis, 11 Juni 2026. Perkiraan rentang pergerakan mata uang Garuda berada di antara Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
Kapan Ini Terjadi?
Perkiraan pergerakan ini didasarkan pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Rabu (10/6/2026), di mana rupiah berhasil menguat signifikan. Pada penutupan hari Rabu, mata uang domestik ditutup menguat sebesar 1,08% ke level Rp17.940 per dolar AS.
Bagaimana Rupiah Menguat di Tengah Tekanan Regional?
Penguatan rupiah ini cukup kontras dengan tren mayoritas mata uang Asia lainnya yang justru mengalami depresiasi terhadap dolar AS pada hari yang sama. Sebagai contoh, yen Jepang melemah 0,05% dan yuan China turun 0,07% terhadap dolar AS.
Siapa yang Mendorong Penguatan Ini?
Menurut pengamatan analis, apresiasi tajam rupiah didorong oleh sentimen positif pasar domestik. Sentimen ini muncul dari keyakinan bahwa Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk melakukan kenaikan suku bunga lebih lanjut di masa mendatang.
Mengapa Ada Optimisme Terhadap Kebijakan Domestik?