HOTNEWS.ID - Akselerasi pelaksanaan program pemulihan permanen pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini menjadi fokus utama pemerintah. Langkah ini didorong seiring dengan mulai disalurkannya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk Tahun Anggaran 2026 kepada berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera secara proaktif mendorong semua instansi penerima dana untuk segera merealisasikan program yang sudah direncanakan. Tujuannya adalah memastikan manfaat nyata dari anggaran tersebut segera dapat dirasakan oleh masyarakat yang menjadi korban bencana.

Pelaksanaan program ini merupakan bagian krusial dari upaya pemulihan jangka panjang di ketiga provinsi tersebut. Percepatan ini sangat penting mengingat dampak trauma dan kerugian yang masih dirasakan oleh para penyintas bencana alam.

Kepala Posko Nasional Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Irjen Wahyu Bintono Hari Bawono, memberikan penekanan kuat mengenai fase implementasi saat ini. Beliau menegaskan bahwa fase implementasi Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera untuk periode 2026-2028 telah dimulai.

Irjen Wahyu Bintono Hari Bawono menekankan pentingnya prioritas dalam pelaksanaan kegiatan yang telah disiapkan. Hal ini bertujuan agar proses pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana dapat berjalan dengan kecepatan yang lebih baik sekaligus terukur hasilnya.

"Saat ini, merupakan fase implementasi Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026-2028," ujar Irjen Wahyu Bintono Hari Bawono.

Beliau juga menambahkan bahwa seluruh kementerian dan lembaga diminta untuk memprioritaskan pelaksanaan kegiatan yang sudah mendapatkan dukungan anggaran. Prioritas ini akan memastikan bahwa pemulihan berjalan lebih cepat dan hasilnya lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut pandangan Wahyu, realisasi anggaran yang cepat memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar mencapai target penyerapan dana. "Percepatan realisasi anggaran bukan sekadar memenuhi target penyerapan, tetapi menjadi langkah nyata untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat," kata Irjen Wahyu Bintono Hari Bawono.

Dikutip dari sumber berita yang membahas perkembangan pascabencana, percepatan ini diharapkan dapat memulihkan sektor ekonomi dan sosial masyarakat di daerah-daerah yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu.