HOTNEWS.ID - Sebuah kejadian tak terduga menggemparkan layanan transportasi kereta api di Jawa pada Sabtu pagi, ketika seorang bayi ditemukan dalam kondisi hidup. Penemuan mengejutkan ini terjadi di fasilitas toilet salah satu gerbong Kereta Api (KA) Sancaka.

Peristiwa ini melibatkan KA Sancaka dengan nomor perjalanan 84B yang melayani rute perjalanan dari Yogyakarta menuju Surabaya. Penemuan bayi tersebut langsung menjadi prioritas utama petugas setibanya kereta di Stasiun Solo Balapan.

Menurut informasi yang dihimpun, bayi tersebut berhasil dievakuasi oleh petugas stasiun dan tim terkait segera setelah KA Sancaka tiba di stasiun tujuan di Solo tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat untuk memastikan keselamatan dan penanganan medis bagi sang bayi.

Penemuan ini dilaporkan terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 07.20 WIB, ketika KA Sancaka sedang dalam perjalanan menuju kota tujuannya di Surabaya. Petugas kereta api yang bertugas melaksanakan pemeriksaan rutin menemukan adanya kejanggalan di salah satu toilet.

Lebih spesifik, bayi mungil tersebut ditemukan oleh petugas di dalam toilet yang berada di gerbong eksekutif nomor 3 pada rangkaian KA tersebut. Kejadian ini kemudian segera ditindaklanjuti dengan prosedur darurat yang berlaku.

Manajer Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengonfirmasi adanya penemuan bayi tersebut. Pihak manajemen segera mengambil langkah koordinasi pasca penemuan.

"Petugas di atas KA menemukan seorang bayi di toilet kereta eksekutif 3. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Pusat Pengendalian Pelayanan yang langsung berkoordinasi dengan Stasiun Solo Balapan," ujar Feni Novida Saragih dalam keterangan tertulisnya.

Dikutip dari detikJateng, keterangan resmi mengenai insiden ini disampaikan oleh Feni Novida Saragih pada hari Sabtu, 4 Juli 2026. Informasi ini menggarisbawahi respons cepat dari jajaran operasional KAI.

Pusat Pengendalian Pelayanan segera mengambil alih koordinasi begitu laporan resmi masuk dari petugas yang menemukan bayi malang tersebut di tengah perjalanan. Hal ini mempercepat proses penanganan saat kereta mencapai stasiun berikutnya.