HOTNEWS.ID - Persiapan operasional tiga Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Kalimantan Selatan kini telah memasuki fase akhir pembangunan fisik. Progres konstruksi di tiga lokasi strategis, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Bumbu, telah mencapai sekitar 85% dari total keseluruhan.
Meskipun pembangunan fisik menunjukkan kemajuan yang pesat, terdapat satu aspek krusial yang belum sepenuhnya terpenuhi, yaitu kuota siswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA yang kuotanya sudah terisi penuh 100%, jenjang SD masih menghadapi tantangan dalam memenuhi target penerimaan peserta didik baru.
"Secara fisik pembangunan sudah mencapai sekitar 85%. Dengan luasan kawasan yang cukup besar, progres tersebut sudah sangat baik dan terus dikebut agar dapat segera difungsikan," ujar Rahmady Abbasmay, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, dalam keterangan resminya pada Senin, 13 Juli 2026.
Setiap jenjang pendidikan di Sekolah Rakyat ini ditargetkan untuk menampung 90 siswa. Namun, realisasi di lapangan menunjukkan bahwa kuota SD masih memerlukan tambahan sekitar 40 hingga 50 calon siswa. Sementara itu, jenjang SMP dan SMA telah berhasil mencapai target kuota tanpa hambatan yang berarti.
Rahmady menjelaskan bahwa kekhawatiran orang tua siswa menjadi akar persoalan utama di balik lambannya pemenuhan kuota untuk jenjang SD. Sistem pendidikan berasrama atau boarding school rupanya masih menimbulkan keraguan bagi sebagian orang tua yang belum siap melepas anak-anak mereka yang masih berusia belia untuk tinggal jauh dari rumah.
"Kalau SMP dan SMA sudah tidak ada kendala, kuotanya sudah terpenuhi. Yang masih menjadi tantangan adalah SD karena banyak orang tua yang masih merasa khawatir melepas anaknya tinggal di asrama. Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami konsep Sekolah Rakyat ini," jelas Rahmady Abbasmay.
Untuk mengatasi kendala ini, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan secara gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas. Pihaknya optimistis bahwa seiring berjalannya waktu dan terbuktinya hasil positif dari program Sekolah Rakyat di lapangan, kepercayaan publik terhadap konsep pendidikan ini akan tumbuh dengan sendirinya.
Tahapan seleksi calon peserta didik untuk Sekolah Rakyat di Kalsel telah selesai dilaksanakan. Saat ini, Dinas Sosial Kalsel sedang menanti penetapan resmi hasil seleksi dari Person In Charge (PIC) Program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial.
Di samping masalah pemenuhan kuota siswa, pemenuhan sumber daya manusia (SDM) juga masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Proses rekrutmen kepala sekolah dan tenaga pendidik tetap menjadi kewenangan Kementerian Sosial.