HOTNEWS.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026. Gunung api yang berlokasi di Lumajang ini tercatat sebagai gunung berapi paling aktif di seluruh wilayah Indonesia selama periode tersebut.

Data pemantauan menunjukkan intensitas erupsi yang luar biasa tinggi, menandakan energi internal gunung yang terus terakumulasi. Peningkatan aktivitas ini memerlukan perhatian serius dari otoritas terkait dan masyarakat sekitar.

Periode pemantauan yang dimaksud mencakup rentang waktu dari awal Januari hingga pertengahan bulan Juni tahun 2026. Hasil perhitungan menunjukkan angka letusan yang mencapai rekor tertinggi dibandingkan gunung api lainnya.

Secara spesifik, jumlah erupsi yang tercatat selama periode enam bulan tersebut mencapai angka fantastis yaitu sebanyak 1.263 kali letusan. Angka ini menegaskan dominasi Semeru sebagai pusat kegempaan dan erupsi di dalam negeri.

Lokasi spesifik gunung api ini berada di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang menjadikannya salah satu gunung paling ikonik sekaligus paling waspada di Pulau Jawa. Pemantauan dilakukan secara ketat oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Mitigasi Bencana Geologi (BB PGMG).

Dikutip dari sumber data yang tersedia, gunung api tersebut mencatatkan intensitas aktivitas vulkanik tertinggi di Indonesia sepanjang periode tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan tekanan magma di bawah permukaan kawah.

"Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif di Indonesia dengan 1.263 letusan sepanjang Januari hingga pertengahan Juni 2026," jelas seorang petugas pemantau di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru.

Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh unsur kebencanaan, terutama mengingat potensi dampak abu vulkanik terhadap penerbangan dan kesehatan masyarakat sekitar. Otoritas terus mengimbau warga untuk mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.

Dikutip dari informasi terkini, meskipun terjadi peningkatan aktivitas, status kegempaan masih berada dalam level yang dapat dikelola, namun kewaspadaan tetap dipertahankan pada tingkat siaga.