HOTNEWS.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang baru-baru ini mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), masih meninggalkan dampak psikologis yang signifikan pada masyarakat setempat. Ketakutan akan adanya guncangan susulan kini menjadi pertimbangan utama bagi warga dalam menentukan tempat beristirahat.
Akibat kekhawatiran tersebut, banyak warga di Palu yang mengambil langkah preventif dengan terpaksa memilih tidur di luar kediaman mereka masing-masing. Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk meminimalkan risiko jika terjadi gempa lanjutan saat mereka sedang tertidur lelap di dalam rumah.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh tim redaksi pada Selasa malam, terlihat jelas bagaimana kondisi ini memengaruhi aktivitas warga di salah satu wilayah. Secara spesifik, di Kelurahan Nunu, Kota Palu, warga terlihat berkumpul di area teras rumah mereka.
Beberapa warga bahkan menunjukkan persiapan yang lebih matang dengan memilih bertahan di halaman rumah mereka. Mereka tampak sibuk menyiapkan tempat peristirahatan darurat sebagai antisipasi terhadap potensi bahaya yang masih mengintai.
Persiapan yang dilakukan warga cukup bervariasi, mulai dari yang sederhana hingga yang lebih terstruktur. Ada di antara mereka yang menggelar tikar dan kasur di area terbuka sebagai alas untuk bermalam di luar rumah.
Alasan utama di balik pilihan berat ini adalah kerentanan psikologis pasca-bencana. Warga merasa enggan untuk memasuki rumah karena kekhawatiran besar akan potensi gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja.
Dilansir dari detikSulsel pada Rabu (17/6/2026), kondisi ini menunjukkan betapa besar trauma yang masih dirasakan oleh masyarakat Kota Palu. Mereka memprioritaskan keamanan fisik di atas kenyamanan tidur di dalam rumah.
Kekhawatiran warga untuk tidak masuk dalam rumah ini didasari oleh ketakutan bahwa mereka tidak akan sempat menyelamatkan diri jika terjadi guncangan besar saat mereka sedang terlelap. Hal ini menjadi dilema antara kenyamanan dan keselamatan.
Dikutip dari detikSulsel, hasil pantauan pada Selasa malam memperlihatkan bahwa "sejumlah warga di Kelurahan Nunu, Kota Palu, tampak berkumpul di teras." Kondisi ini memperjelas situasi yang terjadi di lapangan.