HOTNEWS.ID - Perkembangan terbaru dalam konflik Rusia dan Ukraina telah menimbulkan kekhawatiran serius di Ankara, Turki. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyampaikan pandangan negaranya mengenai eskalasi yang terjadi belakangan ini.

Hal ini disampaikan oleh Fidan menyusul kunjungan diplomatik yang baru saja ia lakukan ke Rusia. Kunjungan tersebut menjadi momen penting bagi Turki untuk menyuarakan keprihatinan internasionalnya terkait dampak konflik tersebut.

Turki secara eksplisit menawarkan diri untuk berperan sebagai mediator netral antara Moskow dan Kyiv. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi dialog yang konstruktif guna mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama empat tahun tersebut.

Perang yang berkepanjangan ini diketahui telah menyebabkan kerugian jiwa yang sangat besar, dengan perkiraan ratusan ribu korban meninggal dunia. Turki berharap peran mediasi dapat segera membawa kedua belah pihak ke meja perundingan damai.

Dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Fidan menyoroti dampak negatif dari peningkatan intensitas pertempuran. Konferensi pers tersebut berlangsung pada hari Rabu, 17 Juni 2026.

"Eskalasi baru-baru ini dalam perang Ukraina dan bahaya perluasan geografisnya merupakan sumber kekhawatiran serius," kata Fidan dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, dilansir AFP, Rabu (17/6/2026).

Fidan secara spesifik menyoroti jenis serangan yang dilakukan oleh pihak Rusia belakangan ini. Ia menekankan bahwa serangan tersebut semakin menyasar area yang tidak seharusnya menjadi target utama pertempuran.

Selain itu, ia juga menyinggung ancaman yang ditimbulkan terhadap jalur pelayaran internasional di kawasan Laut Hitam. Hal ini dianggap memiliki implikasi yang meluas terhadap kepentingan negara-negara lain di luar zona konflik langsung.

"Secara khusus, peningkatan serangan terhadap target di belakang garis depan dan serangan yang mengancam keselamatan navigasi di Laut Hitam berdampak pada kepentingan pihak ketiga. Oleh karena itu, beberapa langkah deeskalasi diperlukan," tambahnya.