HOTNEWS.ID - Gempa bumi dengan kekuatan signifikan telah mengguncang wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Peristiwa seismik ini awalnya dilaporkan berkekuatan Magnitudo (M) 5,1 sebelum dilakukan pembaruan data oleh otoritas terkait.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian mengumumkan hasil analisis parameter terbaru mengenai guncangan tersebut. Magnitudo gempa bumi ini telah diperbarui menjadi M 4,9 setelah peninjauan lebih lanjut oleh tim ahli seismologi.

Pusat gempa atau episenter guncangan tersebut telah teridentifikasi secara akurat oleh BMKG. Lokasi episenter gempa bumi ini berada pada koordinat 1,11° Lintang Selatan (LS) dan 120,32° Bujur Timur (BT).

Lebih spesifik mengenai lokasi di darat, gempa tersebut berpusat sekitar 54 kilometer Tenggara dari Kota Palu. Kedalaman hiposenter gempa juga menjadi salah satu faktor penting dalam klasifikasi jenis gempa ini.

Kedalaman fokus gempa tercatat sangat dangkal, yaitu hanya mencapai 11 kilometer dari permukaan bumi. Kedalaman dangkal ini sering kali meningkatkan potensi kerusakan jika terjadi di dekat pemukiman padat penduduk.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memberikan penjelasan mendalam mengenai sifat tektonik dari gempa ini. Hal ini menjelaskan mengapa getaran tersebut dapat dirasakan kuat oleh warga setempat.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujar Wijayanto dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2026).

Wijayanto juga menjelaskan mengenai pergerakan tektonik yang memicu terjadinya gempa tersebut. Analisis mekanisme sumber telah dilakukan untuk menentukan jenis pergerakan patahan yang terlibat.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," kata Wijayanto, menjelaskan bahwa terjadi pergeseran kerak bumi yang cenderung bergerak saling menjauh.