HOTNEWS.ID - Fenomena slow jogging atau lari santai kini tengah menjadi perbincangan hangat, terutama di berbagai platform media sosial. Olahraga ini seringkali dipromosikan sebagai pilihan yang ramah bagi mereka yang baru memulai aktivitas fisik.
Meskipun dilakukan dengan tempo yang sangat pelan, metode slow jogging diklaim tetap efektif dalam meningkatkan kualitas kebugaran tubuh secara keseluruhan. Pendekatan ini mengutamakan kenyamanan saat berlari.
Pada dasarnya, slow jogging memprioritaskan kecepatan yang sangat nyaman. Kecepatannya bahkan hanya sedikit di atas kecepatan berjalan kaki, yaitu berkisar antara 3 hingga 5 kilometer per jam.
Saat menjalankan jenis lari ini, seseorang masih mampu melakukan percakapan tanpa mengalami kesulitan bernapas. Kemampuan ini dikenal sebagai metode talk test, indikator kunci dari intensitas slow jogging.
Berbeda dengan slow jogging, jogging biasa mensyaratkan intensitas yang jauh lebih tinggi. Dalam pelaksanaannya, napas cenderung terasa lebih berat dan memburu.
Denyut jantung pun akan meningkat secara signifikan saat melakukan jogging dengan kecepatan normal. Tubuh juga membutuhkan suplai energi yang lebih besar untuk mempertahankan kecepatan tersebut.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, praktik slow jogging kerap dibagikan di berbagai platform media sosial sebagai metode olahraga yang ramah bagi para pemula. Teknik ini dipandang sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan kebugaran.