HOTNEWS.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak strategis di perairan Selat Sunda, yang memisahkan wilayah Lampung dan Banten, dilaporkan mengalami peningkatan signifikan.

Peningkatan status ini ditandai dengan penetapan tingkat aktivitas pada Level III, yang sebelumnya berada pada status Level II atau Waspada. Keputusan ini diambil berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh otoritas vulkanologi.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengumumkan kenaikan status aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut. Hal ini mengharuskan adanya peningkatan kesiapsiagaan di wilayah terdampak.

Kenaikan status ini secara otomatis menimbulkan imbauan serius ditujukan kepada seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir pantai di sekitar gunung api tersebut. Mereka diminta untuk senantiasa waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin timbul.

Tidak hanya masyarakat darat, sektor pelayaran juga menjadi fokus utama dalam peringatan ini. Kapal-kapal yang rutin melakukan pelayaran melintasi Selat Sunda diwajibkan untuk meningkatkan kehati-hatian selama berlayar.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, menyampaikan instruksi resmi terkait situasi ini. Instruksi ini dikeluarkan menyusul informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Sehubungan dengan peningkatan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda menjadi Level III (Siaga) berdasarkan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dengan ini disampaikan kepada seluruh nakhoda, pemilik/pengusaha kapal, perusahaan pelayaran, agen kapal, serta seluruh pengguna jasa angkutan laut yang melaksanakan pelayaran di perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan pelayaran," jelas Raden Yogie Nugraha dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor KSOP Kelas I Banten pada hari Sabtu, tanggal 4 Juli 2026, sebagai bentuk respons cepat terhadap pembaruan status gunung api tersebut.

Dilansir dari informasi yang beredar, kewaspadaan ini krusial untuk memastikan keselamatan operasional dan personel di jalur pelayaran yang padat tersebut.