HOTNEWS.ID - Pasar modal Indonesia menunjukkan respons positif yang mengejutkan setelah Dewan Gubernur (DG) Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% ini terjadi bersamaan dengan keputusan rapat mingguan yang diselenggarakan pada Selasa (9/6).

Pada hari yang sama dengan pengumuman kebijakan moneter tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membukukan rebound kuat dengan persentase kenaikan mencapai 7,57%. Kinerja positif ini menandakan optimisme investor terhadap langkah bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi makro.

Selain pergerakan di bursa saham, nilai tukar Rupiah juga menunjukkan pemulihan signifikan pada perdagangan Selasa (9/6). Mata uang Garuda menguat sebesar 0,71% dan berhasil ditutup pada level Rp18.058 per dolar Amerika Serikat.

Tren penguatan Rupiah berlanjut hingga hari perdagangan berikutnya, Rabu (10/6), menandakan kepercayaan pasar terhadap prospek fundamental ekonomi Indonesia. Pada hari Rabu tersebut, IHSG kembali menutup sesi perdagangan dengan catatan positif.

IHSG pada penutupan hari Rabu tercatat menguat 2,71% atau setara dengan 155,73 poin, berhasil bertengger di level 5.902. Pergerakan ini mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga tidak serta-merta menekan sentimen positif di pasar saham.

Sementara itu, perbaikan pada kurs Rupiah terus berlanjut, berhasil menembus level psikologis penting di angka Rp18.000 per dolar AS. Hal ini memberikan angin segar bagi stabilitas nilai tukar domestik di tengah ketidakpastian global.

Pada perdagangan hari Kamis (11/6), Rupiah kembali menunjukkan apresiasi yang cukup signifikan, menguat sebesar 0,63% atau setara dengan 114 poin. Nilai tukar Rupiah ditutup pada posisi Rp17.944 per dolar AS.

Dilansir dari Bisnis.com, fenomena rebound IHSG yang terjadi bertepatan dengan kenaikan suku bunga acuan BI menjadi sorotan utama pelaku pasar. Keputusan kebijakan moneter ini seringkali memicu kekhawatiran, namun dampaknya justru berbalik positif pada hari itu.

"Rebound kuat indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 7,57% pada perdagangan Selasa (9/6) bertepatan dengan keputusan rapat mingguan Dewan Gubernur (DG) BI yang menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,50%," demikian disebutkan dalam analisis sentimen pasar yang beredar.