HOTNEWS.ID - Industri pariwisata global saat ini dihadapkan pada tantangan besar berupa ketidakpastian geopolitik yang seringkali mengganggu arus perjalanan internasional. Menghadapi situasi ini, strategi diversifikasi pasar terbukti menjadi tameng pertahanan yang semakin efektif bagi para pelaku industri.

Executive Director Messe Berlin Asia Pacific, Darren Seah, menyoroti bahwa industri pariwisata telah banyak mengambil pelajaran berharga dari berbagai disrupsi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu kesimpulan utama adalah pentingnya mengurangi ketergantungan pada satu sumber pasar wisatawan saja.

Dilansir dari Bisnis, Darren Seah menyampaikan pandangannya mengenai ketahanan sektor ini. "Industri pariwisata selalu memiliki daya tahan yang kuat. Salah satu pelajaran penting dari berbagai gangguan global adalah pentingnya diversifikasi," kata Darren kepada Bisnis, Kamis (25/6/2026).

Menurut pandangan Darren, para pelaku industri pariwisata, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik, kini menunjukkan peningkatan aktivitas dalam memperluas basis pasar mereka. Langkah ini dilakukan dengan membidik wisatawan dari berbagai negara sekaligus memperkuat pasar domestik.

Para pemangku kepentingan sektor ini, mulai dari destinasi wisata, maskapai penerbangan, hingga operator tur, kini tidak lagi menumpukan harapan hanya pada satu atau dua pasar utama saja. Pendekatan ini menunjukkan perubahan paradigma dalam manajemen risiko bisnis pariwisata.

Saat ini, mereka secara aktif membangun portofolio pasar yang lebih seimbang dengan menargetkan kawasan seperti Asia Tenggara, India, China, Timur Tengah, dan Eropa. Selain itu, pasar-pasar potensial lainnya juga mulai dilirik secara serius.

Pendekatan diversifikasi ini terbukti memberikan hasil nyata dalam meredam dampak perlambatan permintaan yang timbul akibat konflik geopolitik atau ketegangan antarnegara, seperti yang sempat terjadi di wilayah Timur Tengah pada tahun ini.

Darren juga menggarisbawahi adanya tren perjalanan yang semakin menguat di dalam kawasan Asia sendiri. "Kami juga melihat tren perjalanan intra-Asia yang terus menguat dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan pariwisata di kawasan ini," jelasnya.

Lebih lanjut, diversifikasi yang dilakukan saat ini telah melampaui sekadar aspek geografis semata. Pelaku industri juga mulai memperluas segmen pasar untuk menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam dan stabil.