HOTNEWS.ID - Pemerintah Kota Bandung sedang gencar melaksanakan percepatan peningkatan cakupan layanan air bersih bagi warganya. Upaya strategis ini difokuskan melalui rencana investasi pembangunan jaringan pipa air baku yang akan bersumber dari Waduk Saguling dan Cirata.
Langkah infrastruktur masif ini diharapkan dapat mendorong peningkatan signifikan akses layanan perpipaan di Kota Bandung. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mencapai target cakupan layanan sebesar 40% dalam waktu dekat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa proyek pembangunan pipa ini dirancang untuk mampu menyuplai air baku dengan kapasitas substansial. Kapasitas yang direncanakan untuk didistribusikan ke Kota Bandung mencapai 3.500 liter per detik.
Namun, realisasi investasi kritis ini dilaporkan masih terhambat dalam tahapan administratif. Hambatan utama terletak pada perolehan persetujuan final yang masih harus diselesaikan oleh pihak terkait.
"Semua sudah siap, tapi sampai hari ini kami belum mendapatkan persetujuan dari Indonesia Power," ujar Muhammad Farhan saat ditemui di Pendopo Kota Bandung pada Senin, 29 Juni 2026.
Selain kendala administratif, proses teknis juga menyajikan tantangan tersendiri bagi pemerintah kota. Tantangan tersebut khususnya berkaitan dengan jaminan ketersediaan pasokan air selama periode musim kemarau tiba.
Fluktuasi debit air yang terjadi di kawasan pembangkit listrik menjadi faktor penentu yang sangat krusial dan memerlukan pertimbangan matang.
"Dalam keadaan musim kemarau, kalau air di Indonesia Power (Saguling) kurang, ya kita tidak bisa dapat air. Maka itu masih jadi pembicaraan secara teknis yang tidak mudah sama sekali," kata Farhan.
Sebagai strategi mitigasi terhadap potensi keterbatasan pasokan, Pemkot Bandung tengah mengembangkan inovasi pengolahan air. Inovasi ini mencakup pemanfaatan teknologi penyulingan atau filterisasi air dari Sungai Cikapundung.