HOTNEWS.ID - Peristiwa memilukan menimpa sebuah pusat bimbingan belajar di wilayah Lahore, Pakistan Timur, pada hari Selasa (30/6/2026). Insiden ini melibatkan runtuhnya atap bangunan yang mengakibatkan korban jiwa di kalangan anak-anak yang sedang menimba ilmu.

Tragedi ini menimpa fasilitas yang dikenal sebagai Basti Eid Gah, yang berlokasi di area Kahna Nau. Kementerian setempat segera mengerahkan tim penyelamat untuk mengevakuasi korban dari puing-puing bangunan yang roboh tersebut.

Dampak langsung dari keruntuhan atap tersebut sangat parah, dengan konfirmasi bahwa sebanyak 14 anak meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain korban jiwa, tercatat pula lima orang lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan.

Penyebab utama dari musibah ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas konstruksi yang sedang berlangsung. Saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa atap tersebut ambruk ketika para pekerja sedang melakukan perbaikan pada struktur bangunan madrasah tersebut.

Juru bicara layanan ambulans Edhi memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan situasi terkini di lokasi bencana tersebut. Ia mengonfirmasi jumlah korban yang signifikan dari insiden tersebut.

"Runtuhnya atap di Basti Eid Gah, Kahna Nau, telah merenggut nyawa 14 anak, sementara lima lainnya terluka," ujar juru bicara layanan ambulans Edhi kepada AFP pada Selasa (30/6/2026).

Keterangan mengenai kronologi kejadian ini didapatkan dari kesaksian orang-orang yang berada di sekitar pusat bimbingan belajar tersebut saat peristiwa nahas itu terjadi. Mereka menyaksikan langsung bagaimana atap bangunan itu tiba-tiba runtuh.

Dilansir dari AFP, peristiwa ini menjadi sorotan internasional mengingat tingginya angka korban yang merupakan anak-anak usia sekolah. Pihak berwenang kini tengah menyelidiki standar keselamatan konstruksi yang diterapkan dalam proyek perbaikan tersebut.

Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat segera memberikan bantuan maksimal bagi keluarga korban yang ditinggalkan, serta memastikan penanganan medis yang memadai bagi para korban luka yang masih dirawat intensif.