HOTNEWS.ID - Kepolisian Resor Kota Semarang berhasil mengungkap kasus tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor yang dilakukan oleh seorang mahasiswa. Pelaku diketahui berinisial Ibra Maulana (23), mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Semarang.

Aksi nekad yang dilakukan oleh Ibra Maulana ini telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, ia berhasil menggadaikan sebanyak 40 unit sepeda motor milik rekan-rekan kampusnya.

Total kerugian yang berhasil diraup oleh pelaku dari hasil menggadaikan motor-motor tersebut diperkirakan mencapai angka fantastis. Pihak kepolisian mencatat bahwa total uang yang terkumpul mencapai Rp 135 juta dari seluruh transaksi gadai tersebut.

Motor milik kekasihnya sendiri ternyata turut menjadi salah satu aset yang digadaikan oleh Ibra Maulana demi mendapatkan uang tunai. Hal ini menambah daftar panjang korban dari tindakan penggelapan yang dilakukan oleh tersangka.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa motif di balik penggelapan puluhan motor tersebut bukan semata-mata karena terlilit utang. Uang ratusan juta rupiah hasil gadai tersebut ternyata dialokasikan untuk berbagai keperluan pribadi yang bersifat konsumtif.

Kanit Reskrim Polsek Ngaliyan, Iptu Nur Azam Makhrus, memberikan keterangan mengenai penggunaan dana hasil kejahatan tersebut. "Kalau dari awal itu Rp 135 juta. Kalau untuk terlilit utang tidak ada, (uangnya) hanya untuk gali lubang (membayar sewa ke sebagian korban yang motornya dirental), untuk jajan, untuk main," ujar Iptu Nur Azam Makhrus.

Lebih lanjut, Iptu Nur Azam Makhrus menjelaskan bahwa sebagian dana digunakan untuk menutupi kewajiban pembayaran sewa kepada beberapa korban yang motornya dirental. Sisanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti jajan dan hiburan.

"Azam mengatakan motor milik pacar pelaku juga menjadi salah satu kendaraan yang digadaikan. Duit ratusan juta hasil menggadaikan motor itu dipakai pelaku salah satunya untuk aplikasi MiChat," kata Kanit Reskrim Polsek Ngaliyan Iptu Nur Azam Makhrus dilansir detikJateng, Selasa (9/6/2026).

Kejadian yang menimpa mahasiswa di Semarang ini menjadi pelajaran penting mengenai manajemen keuangan pribadi dan bahaya terjerat gaya hidup yang berlebihan. Pihak kepolisian terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat.