HOTNEWS.ID - Peristiwa tragis menimpa seorang pria yang disebut memiliki gangguan kejiwaan atau ODGJ berinisial JKK (57) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah diamuk oleh sejumlah warga karena diduga mengamuk di lokasi kejadian.

Insiden kekerasan ini terjadi di Desa Perbesi, Kecamatan Tigabinanga, pada Sabtu malam tanggal 30 Mei. Pihak kepolisian setempat kini telah bergerak cepat untuk mengusut tuntas kasus yang berujung pada hilangnya nyawa tersebut.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa tindakan penganiayaan terjadi setelah korban JKK dilaporkan sempat mengamuk di area desa tersebut. Warga setempat merespons situasi tersebut dengan melakukan penganiayaan yang berujung fatal bagi korban.

Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Hizkia Siagian, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan perkara ini. Pihak kepolisian menyatakan telah berhasil mengidentifikasi dan menangkap salah satu pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.

Pelaku yang berhasil diamankan oleh petugas kepolisian diketahui berinisial EVSD (29). Penangkapan terhadap EVSD ini dilakukan pada hari Jumat, tanggal 3 Juli, setelah sempat menjadi buronan aparat.

"Tim Cobra bergerak cepat hingga berhasil menangkap EVSD yang sebelumnya sempat buron," kata Hizkia, Sabtu (4/7/2026). Pernyataan ini menegaskan respons sigap dari unit khusus kepolisian dalam mengejar pelaku.

Penangkapan EVSD ini merupakan langkah awal dalam upaya kepolisian untuk mengungkap peran masing-masing individu yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri tersebut. Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman untuk mencari kemungkinan adanya pelaku lain.

Dikutip dari detikSumut, peristiwa yang terjadi di Kecamatan Tigabinanga ini menjadi sorotan serius mengenai penanganan konflik antara masyarakat dengan individu berkebutuhan khusus. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional.

Dilansir dari detikSumut, penangkapan EVSD pada tanggal 3 Juli tersebut menunjukkan bahwa proses hukum terhadap pelaku penganiayaan terus berjalan meski sempat ada jeda waktu sejak kejadian pada 30 Mei.