HOTNEWS.ID - Bencana alam dahsyat mengguncang Venezuela dengan gempa bumi kembar yang mengakibatkan jumlah korban jiwa terus meningkat hingga mencapai 1.430 orang pada Sabtu, 29 Juni 2026. Peningkatan angka ini terjadi seiring dengan perluasan radius operasi pencarian korban yang kini melibatkan tim penyelamat dari berbagai negara.

Otoritas nasional Venezuela melaporkan bahwa selain korban tewas, bencana seismik ini juga telah menyebabkan 3.238 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 3.142 keluarga kini harus hidup dalam kondisi darurat akibat kerusakan infrastruktur yang meluas.

Upaya evakuasi di wilayah terdampak berjalan di bawah bayang-bayang ancaman geologis berkelanjutan. Hal ini disebabkan oleh deteksi ratusan aktivitas tektonik susulan yang masih tercatat aktif di beberapa titik yang menjadi episentrum gempa utama.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyampaikan data terbaru mengenai dampak bencana tersebut melalui siaran televisi pemerintah. Data ini mencakup akumulasi kerusakan dari dua guncangan utama yang memiliki magnitudo 7,2 dan 7,5.

"Venezuela mencatat sebanyak 430 gempa susulan berkekuatan ringan hingga sedang dalam laporan darurat nasional setelah terjadinya dua gempa bumi dahsyat tersebut," ungkap Jorge Rodriguez, seperti dilansir dari Antara, Senin (29/6/2026).

Atas nama pemerintah dan rakyat Venezuela, Jorge Rodriguez menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga yang kehilangan sanak saudara akibat bencana alam ini. Pemerintah telah memobilisasi puluhan ribu personel domestik untuk menyisir puing-puing bangunan yang runtuh.

"Puluhan ribu orang masih bekerja nonstop dalam operasi pencarian dan penyelamatan," ujar Jorge Rodriguez, menekankan upaya tanpa henti dari tim domestik.

Skala kerusakan yang masif telah memicu simpati global, yang berujung pada dukungan logistik dan personel dari mancanegara. Tercatat sebanyak 24 negara telah mengirimkan bantuan darurat dan menyiagakan 2.741 petugas penyelamat eksternal.

"Para personel asing tersebut telah terintegrasi penuh dengan komando taktis di lapangan untuk merespons titik-titik kritis secara bersama-sama," tambah Jorge Rodriguez mengenai koordinasi tim internasional.