HOTNEWS.ID - Perkembangan tren kecantikan di Indonesia saat ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam prioritas masyarakat. Fokus perawatan estetika tidak lagi didominasi oleh prosedur invasif yang mengubah struktur wajah secara drastis.

Beberapa tahun belakangan, prosedur seperti suntikan filler dan botox menjadi primadona di kalangan konsumen kecantikan. Prosedur tersebut populer karena menawarkan perubahan bentuk wajah yang cepat dan terlihat nyata.

Namun, kini terjadi pergeseran orientasi yang jelas, di mana perhatian beralih pada upaya meningkatkan kualitas kulit secara alami. Prioritas utama kini adalah memiliki kulit yang tampak sehat, lembap, dan memancarkan kilau alami.

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya popularitas tren kecantikan yang dikenal sebagai glass skin. Tren ini mengedepankan kulit yang bening, natural, dan bercahaya sehat, bukan sekadar perubahan bentuk wajah.

Perubahan standar kecantikan ini mengindikasikan apresiasi yang lebih tinggi terhadap keaslian dan kesehatan kulit sebagai indikator kecantikan yang sejati. Masyarakat mencari hasil yang lebih berkelanjutan dan otentik.

Pergeseran tren ini juga diamati secara langsung oleh para profesional di bidang estetika. Mereka mencatat adanya perubahan dalam permintaan yang diajukan oleh pasien di klinik kecantikan.

"Permintaan pasien kini lebih condong pada perbaikan tekstur kulit," ujar dr. Phery Cendres, M.Biomed (AAM). Ini menunjukkan bahwa fokus utama adalah pada kualitas permukaan kulit itu sendiri.

Lebih lanjut, dr. Phery Cendres menjelaskan bahwa banyak konsumen kini mencari metode untuk mendapatkan efek kulit yang bercahaya dan sehat tanpa mengubah struktur wajah bawaan mereka. Mereka ingin meningkatkan kondisi kulit yang sudah ada.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, tren ini menandai era baru di mana kecantikan didefinisikan melalui kesehatan kulit yang terpancar dari dalam, bukan sekadar modifikasi eksternal.