HOTNEWS.ID - UEFA, badan sepak bola Eropa, baru-baru ini melayangkan kritik tajam melalui pernyataan resminya di media sosial terkait rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino. Rencana tersebut adalah menjual saham Piala Dunia kepada para investor.

Kecaman ini disampaikan karena UEFA menganggap rencana penjualan saham tersebut telah melanggar batas-batas yang seharusnya dijaga oleh sebuah lembaga pengatur sepak bola. UEFA menegaskan bahwa mereka menanggapi isu ini dengan sangat serius.

"Ini melanggar batas yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga pengatur sepak bola," demikian pernyataan resmi UEFA yang diunggah di media sosial.

Badan sepak bola Eropa tersebut juga menggarisbawahi bahwa kritik serupa datang dari berbagai pihak yang peduli dengan masa depan sepak bola. Hal ini mencakup setiap Asosiasi Sepak Bola Nasional.

"Begitu pula setiap Asosiasi Sepak Bola Nasional. Begitu pula setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, pendukung, pemerintah, dan semua orang yang peduli dengan masa depan permainan ini," lanjut pernyataan UEFA.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Independent, yang merujuk pada pemberitaan The Times dan Financial Times, Presiden FIFA Gianni Infantino tengah merancang sebuah skema. Dalam skema ini, FIFA akan tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas saham Piala Dunia.

Namun, sebagian saham sisanya direncanakan untuk dijual kepada dua pihak utama. Pertama, sebagian akan didistribusikan kepada 211 anggota FIFA.

Kemudian, sisa saham lainnya akan dijual kepada investor swasta. Rencana ini memunculkan kekhawatiran mengenai potensi keuntungan pribadi bagi Infantino.

"Dengan rencana itu, Infantino berpotensi menjadi 'komisaris' saat masa jabatannya sebagai Presiden FIFA berakhir pada 2031," tulis UEFA dalam kritikannya.