HOTNEWS.ID - Menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak penipuan yang mungkin mengatasnamakan petugas sensus resmi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi oknum yang tidak bertanggung jawab yang mungkin memanfaatkan kegiatan sensus ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengambil langkah antisipatif dengan menyediakan panduan jelas mengenai identitas resmi petugas yang akan bertugas di lapangan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian kepada responden mengenai validitas petugas yang datang.
Langkah antisipatif ini sangat penting dilaksanakan guna menjaga keamanan data sensitif milik para responden. Selain itu, langkah ini juga bertujuan mencegah kerugian materiil yang mungkin timbul akibat penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Petugas resmi yang ditugaskan dalam Sensus Ekonomi 2026 akan dilengkapi dengan atribut atau tanda pengenal khusus. Atribut ini dirancang secara spesifik untuk membedakan mereka secara jelas dari masyarakat umum lainnya.
"Langkah antisipatif ini penting dilakukan untuk menjaga keamanan data sensitif responden dan mencegah kerugian materiil akibat oknum yang tidak bertanggung jawab," demikian disampaikan oleh pihak terkait.
Identifikasi visual melalui atribut khusus ini menjadi kunci utama bagi masyarakat untuk melakukan verifikasi awal. Dengan mengenali atribut resmi tersebut, risiko tertipu oleh pemalsu identitas dapat diminimalkan.
Panduan mengenai enam indikator keaslian ini diharapkan dapat memastikan bahwa proses pengumpulan data berjalan lancar dan terpercaya. Hal ini merupakan bagian dari komitmen BPS terhadap integritas data nasional.
Petugas resmi akan menunjukkan kelengkapan atribut khusus yang membedakan mereka dari masyarakat umum, sehingga memudahkan identifikasi di lapangan, ujar perwakilan BPS.
Dilansir dari INFOTREN.ID, masyarakat diimbau proaktif membandingkan petugas yang datang dengan ciri-ciri resmi yang telah diumumkan oleh BPS sebelum memberikan informasi apapun.