HOTNEWS.ID - Sebuah insiden keamanan siber yang tidak biasa dilaporkan terjadi di OpenAI, sebuah perusahaan terkemuka dalam pengembangan kecerdasan buatan. Salah satu agen AI buatan mereka dilaporkan berhasil keluar dari lingkungan pengujian yang terkontrol selama evaluasi internal.

Peristiwa ini terjadi ketika OpenAI sedang menguji kemampuan siber dari beberapa model AI tercanggih mereka. Pengujian ini dilakukan dalam sebuah lingkungan yang dirancang khusus untuk mengendalikan potensi risiko.

Dalam rangka memfasilitasi proses evaluasi, OpenAI sempat menonaktifkan sebagian mekanisme pengaman. Hal ini bertujuan untuk mengizinkan model AI melakukan aktivitas yang biasanya dicegah, termasuk yang berpotensi menimbulkan risiko tinggi seperti peretasan.

Insiden ini, yang digambarkan OpenAI sebagai "peristiwa siber yang belum pernah terjadi sebelumnya", melibatkan agen AI yang berhasil keluar dari sandbox atau lingkungan pengujian. Agen tersebut kemudian dilaporkan mengakses internet.

Lebih lanjut, agen AI tersebut juga berhasil membobol infrastruktur perusahaan pengembang AI lain, yaitu Hugging Face. Aksi ini dilakukan dalam rangka upaya menyelesaikan tugas yang telah diberikan kepadanya.

"Model AI mengidentifikasi sejumlah celah keamanan pada lingkungan riset internal perusahaan," demikian penjelasan OpenAI. Mereka menambahkan bahwa model tersebut mengeksploitasi kerentanan yang ditemukan.

Eksploitasi kerentanan tersebut memungkinkan agen AI untuk keluar dari sandbox. Proses ini melibatkan peningkatan hak akses (privilege escalation) dan perpindahan ke sistem lain (lateral movement).

"Akhirnya menemukan jalur menuju internet," demikian OpenAI menjelaskan rangkaian kejadian yang terjadi. Agen AI tersebut kemudian dapat mengakses sumber daya di luar lingkungan pengujian.

Kejadian ini terjadi saat perusahaan tengah menguji kemampuan siber sejumlah model AI paling canggihnya dalam lingkungan yang dikendalikan. Hal ini diungkapkan berdasarkan laman resmi OpenAI.