HOTNEWS.ID - Penawaran umum perdana saham (IPO) terbesar di India untuk tahun 2026, yang dijalankan oleh SBI Fund Management, telah mencatat lonjakan permintaan yang luar biasa. Investor menunjukkan antusiasme tinggi dengan total pesanan mencapai 2,97 triliun rupee atau setara dengan US$30,7 miliar.
Antusiasme investor institusional menjadi motor penggerak utama di balik kelebihan permintaan (oversubscribed) yang mencapai 41,6 kali lipat untuk IPO senilai US$1 miliar ini. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar yang kuat terhadap prospek perusahaan.
SBI Fund Management, sebuah perusahaan patungan antara State Bank of India dan Amundi Group dari Eropa, menawarkan sahamnya untuk menghimpun dana sebesar 97,9 miliar rupee atau sekitar US$1 miliar. Penawaran ini dibuka untuk umum dan mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan investor.
Porsi saham yang dialokasikan untuk qualified institutional buyers (QIB) menjadi penopang utama tingginya minat investor. Segmen ini mengalami kelebihan permintaan yang sangat signifikan, mencapai 140 kali lipat dari jumlah yang ditawarkan.
Mayoritas pesanan dalam segmen QIB tersebut dilaporkan berasal dari investor institusi domestik India. Bank-bank besar dan perusahaan asuransi tercatat sebagai kontributor utama dalam tingginya permintaan ini.
Sementara itu, minat dari investor ritel menunjukkan angka yang relatif lebih moderat. Porsi saham yang ditawarkan kepada investor ritel hanya mencatat tingkat pemesanan sebesar 3,6 kali lipat dari jumlah yang tersedia.
Masa penawaran IPO SBI Fund Management secara resmi ditutup pada hari Kamis. Penutupan ini menandai berakhirnya periode pengumpulan pesanan dari para investor yang tertarik.
Tingginya antusiasme investor terhadap SBI Fund Management dinilai sebagai sinyal positif yang signifikan bagi pasar modal India. Hal ini menjadi angin segar seiring bersiapnya bursa saham India menyambut sejumlah penawaran umum perdana berukuran lebih besar di tahun ini.
Di antara penawaran besar yang dinanti adalah dari National Stock Exchange (NSE), bursa saham terbesar di India, serta Jio Platforms, operator telekomunikasi terkemuka di negara tersebut. Masing-masing diperkirakan mampu menghimpun dana lebih dari US$3 miliar.