HOTNEWS.ID - Prospek kinerja emiten di sektor semen diprediksi akan semakin menguat. Sektor ini dinilai memiliki peluang untuk mempertahankan momentum pertumbuhan positif hingga akhir tahun 2026.
Hal ini sejalan dengan performa solid yang telah dicetak oleh sektor semen sepanjang paruh pertama tahun 2026. Kinerja positif ini menjadi indikator kuat bagi keberlanjutan tren pertumbuhan di masa mendatang.
Indo Premier Sekuritas mencatat data yang menggembirakan terkait volume semen nasional. Pada bulan Juni 2026, tercatat adanya pertumbuhan sebesar 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).
Pertumbuhan ini juga menunjukkan peningkatan sebesar 4% secara bulanan (month on month/MoM), mencapai total volume 5,7 juta ton. Angka ini mengindikasikan adanya peningkatan permintaan yang signifikan dalam pasar semen.
"Total volume semen nasional pada Juni 2026 tumbuh 13% year on year (YoY) atau naik 4% secara bulanan (MoM) menjadi 5,7 juta ton," demikian kutipan dari analisis Indo Premier Sekuritas.
Menurut catatan Indo Premier Sekuritas, hasil positif ini turut didorong oleh efek basis rendah pada periode Juni tahun lalu. Hal ini berarti perbandingan kinerja tahun ini terlihat lebih impresif karena kondisi tahun sebelumnya yang mungkin kurang optimal.
Kuatnya sektor infrastruktur menjadi salah satu faktor pendorong utama kinerja positif industri semen. Pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang masif secara langsung meningkatkan kebutuhan akan material bangunan, termasuk semen.
Dikutip dari Bisnis.com, prospek emiten semen diprediksi semakin kokoh seiring dengan tren positif sektor infrastruktur yang diperkirakan akan berlanjut.
Prospek pertumbuhan ini memberikan gambaran optimis bagi para investor yang tertarik pada sektor-sektor yang berkaitan dengan pembangunan dan infrastruktur nasional.