HOTNEWS.ID - Pasar modal internasional tengah dirundung kecemasan menyusul aksi jual saham produsen chip yang semakin membahayakan. Kelompok saham unggulan di sektor semikonduktor ini kini dilaporkan telah memasuki wilayah yang disebut sebagai bear market.

Kondisi ini timbul akibat kekhawatiran yang semakin mengemuka bahwa gelombang investasi besar-besaran dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) mungkin sulit untuk dibenarkan secara finansial di masa depan.

Sektor semikonduktor mencatat kinerja mingguan terburuk sejak April 2025, dengan indeks utama industri tersebut mengalami penurunan tajam hingga 20% dari rekor tertingginya. Pergerakan pasar ini dipicu oleh beberapa faktor signifikan.

Salah satu pemicu utama adalah terobosan tak terduga yang dihasilkan oleh startup AI asal Tiongkok, Moonshot. Perkembangan ini mengguncang keyakinan investor terhadap dominasi pemain lama di sektor AI.

Selain itu, pelemahan pasar saham secara lebih luas turut menyeret saham-saham teknologi. Peningkatan ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Teluk Persia, turut memperburuk sentimen pasar secara keseluruhan.

"Mereka yang berharap Jumat musim panas akan berlangsung tenang justru dikejutkan oleh perkembangan yang tidak menyenangkan," ujar Steve Sosnick dari Interactive Brokers.

Ia menambahkan, "Penyebab utamanya adalah kembali meningkatnya ketegangan di Teluk Persia yang mendorong harga minyak naik, sementara laporan mengenai model AI baru asal Tiongkok yang murah membangkitkan kembali kekhawatiran ala DeepSeek terhadap prospek ekonomi industri tersebut."

Sebelumnya, permintaan yang tak kunjung surut terhadap segala hal yang berkaitan dengan AI telah mendorong saham-saham produsen chip mencatat kuartal terbaik sepanjang sejarah. Namun, dinamika pasar kini berbalik arah.

Volatilitas kembali muncul di tengah kekhawatiran yang kian meluas mengenai meningkatnya persaingan di sektor AI. Potensi kelebihan kapasitas produksi juga menjadi sorotan investor.