HOTNEWS.ID - Jaringan listrik terbesar di Amerika Serikat, PJM Interconnection LLC, telah mengeluarkan peringatan penting mengenai potensi pemadaman paksa terhadap pusat data. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi komprehensif untuk mencegah pemadaman listrik berskala besar dan melindungi pelanggan rumah tangga dari lonjakan harga energi yang drastis.

Operator pusat data yang dinilai gagal mengamankan pasokan listrik yang memadai untuk operasionalnya, berisiko mengalami pemutusan sementara dari jaringan listrik. Hal ini dapat terjadi terutama pada periode permintaan daya yang tinggi, bahkan diperkirakan mulai pertengahan tahun 2027 mendatang.

PJM Interconnection LLC menyampaikan informasi ini melalui surat resmi yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan pada hari Senin. Surat tersebut menguraikan mekanisme yang akan diterapkan, termasuk potensi kompensasi finansial bagi operator pusat data yang terdampak pemadaman sementara.

"Laju pertumbuhan beban yang pesat saat ini, pasokan yang semakin terbatas, dan biaya kapasitas yang terus meningkat tidaklah berkelanjutan," tegas Paula Conboy, ketua dewan pengelola PJM. Pernyataan ini menyoroti tantangan fundamental yang dihadapi sektor energi AS.

Kondisi ini muncul seiring dengan upaya PJM dan operator jaringan listrik AS lainnya dalam menghadapi tantangan ganda. Mereka harus mengatasi infrastruktur kelistrikan yang menua sekaligus memenuhi permintaan daya yang terus melonjak.

Permintaan daya yang tak terpuaskan ini sebagian besar didorong oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam industri energi, kebutuhan daya dari pusat data yang masif ini dikenal sebagai "load".

"Operator pusat data yang gagal mengamankan pasokan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya, mungkin akan sementara diputus dari jaringan selama periode permintaan tinggi," demikian disampaikan PJM Interconnection LLC dalam surat kepada para pemangku kepentingan pada hari Senin.

Untuk meredam dampak negatif dari potensi pemadaman tersebut, operator pusat data berpotensi menerima kompensasi atas ketidaknyamanan dan biaya yang ditimbulkan. Hal ini diungkapkan dalam surat yang sama.

Dikutip dari Bloomberg, situasi ini menggarisbawahi urgensi dalam adaptasi infrastruktur energi terhadap kebutuhan teknologi modern yang kian meningkat.