HOTNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi tengah mengintensifkan langkah antisipatif menyusul dampak signifikan dari gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang baru saja melanda wilayah tersebut. Fokus utama saat ini adalah kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul sebagai efek domino dari guncangan kuat tersebut.

Langkah mitigasi ini diambil setelah tim pemantau berhasil mengidentifikasi adanya empat kubangan air besar yang berpotensi menimbulkan bahaya. Penemuan ini menjadi perhatian serius bagi otoritas daerah dalam upaya menjaga keselamatan warga.

Secara spesifik, kubangan-kubangan air yang diawasi tersebut ditemukan berada di kawasan hulu sungai di wilayah Kecamatan Nokilalaki. Lokasi hulu sungai ini sangat rentan terhadap perubahan aliran air dan potensi longsor susulan.

Identifikasi kritis ini merupakan hasil dari kegiatan pemantauan udara yang dilaksanakan secara intensif oleh pemerintah daerah. Pemantauan udara ini dirancang khusus untuk memetakan area yang terindikasi mengalami pergerakan tanah atau longsor.

Area pemantauan difokuskan pada titik-titik yang diduga mengalami destabilisasi akibat guncangan gempa bumi kuat yang terjadi sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk memprediksi potensi aliran material atau banjir bandang.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, langkah proaktif ini menunjukkan keseriusan Pemkab Sigi dalam menghadapi risiko lingkungan pasca bencana alam. Pengawasan ketat dilakukan untuk meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi.

"Langkah mitigasi ini dilakukan setelah tim pemantau berhasil mengidentifikasi adanya empat buah kubangan air besar," mengenai temuan signifikan di wilayah tersebut. Pemkab Sigi bergerak cepat berdasarkan data lapangan yang diperoleh dari survei udara.

"Kubangan-kubangan air tersebut ditemukan secara spesifik berada di kawasan hulu sungai di wilayah Kecamatan Nokilalaki," menegaskan lokasi geografis dari potensi risiko yang sedang dipantau. Informasi ini krusial untuk menentukan zona evakuasi jika diperlukan.

"Penemuan ini merupakan hasil dari kegiatan pemantauan udara yang intensif yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah," menjelaskan metodologi yang digunakan dalam pengumpulan data risiko pasca gempa. Surveilans udara memastikan cakupan pemantauan yang luas dan mendalam.