HOTNEWS.ID - Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% menimbulkan implikasi signifikan bagi masyarakat yang berencana melakukan pembelian kendaraan secara kredit.

Kenaikan suku bunga acuan ini secara langsung diperkirakan akan mendorong perusahaan pembiayaan untuk menyesuaikan suku bunga kredit kendaraan bermotor dalam waktu dekat. Hal ini menjadi peringatan penting bagi calon debitur.

Dilansir dari Bisnis.com, praktisi dan pengamat industri pembiayaan serta otomotif, Jodjana Jody, menekankan perlunya calon pembeli kendaraan untuk melakukan perhitungan keuangan secara matang sebelum berkomitmen pada pinjaman. Ia menyoroti potensi kenaikan biaya hidup yang diperkirakan akan terjadi pada semester kedua tahun 2026.

"Apabila ingin kredit kendaraan, pastikan sudah menghitung biaya hidup dengan baik karena inflasi diperkirakan akan cukup tinggi pada semester kedua nanti," kata Jodjana kepada Bisnis pada Minggu (21/6/2026).

Jodjana menjelaskan bahwa selain kondisi ekonomi yang saat ini masih menunjukkan kelembaman, prediksi sejumlah ekonom mengenai fenomena El Nino juga dapat menjadi pemicu kenaikan harga pangan. Kondisi makro ini berpotensi meningkatkan beban biaya hidup masyarakat dalam beberapa bulan mendatang.

Oleh karena itu, konsumen didorong untuk tidak hanya memperhitungkan kebutuhan rumah tangga rutin, tetapi juga memastikan bahwa kapasitas mereka untuk membayar cicilan tetap terjamin meskipun terjadi kemerosotan kondisi ekonomi atau penurunan pendapatan.

Ia memberikan panduan ideal bahwa porsi cicilan bulanan sebaiknya tidak melebihi sepertiga dari total pendapatan bulanan yang diterima oleh konsumen. Jika kemampuan mencicil berada di bawah patokan tersebut, masyarakat disarankan untuk tidak memaksakan diri mengambil kredit kendaraan baru.

"Di samping itu, pendapatan juga harus dilihat apakah masih bisa bertahan di tengah dinamika pasar yang cukup berat saat ini," ujarnya melanjutkan saran kehati-hatian tersebut.

Kehati-hatian ini menjadi sangat krusial mengingat total kenaikan BI Rate telah mencapai 100 bps hanya dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Kenaikan suku bunga acuan ini secara otomatis akan meningkatkan biaya dana atau cost of fund bagi perusahaan pembiayaan.